Jalan Mantap, Ekonomi Bangkit: Welly–Parulian Pacu Infrastruktur Hingga Pelosok Pasaman

  • Whatsapp

Marawapost.com, Pasaman — Pemerintah Kabupaten Pasaman terus mempercepat pembangunan infrastruktur melalui program unggulan “Transportasi Lancar, Ekonomi Tumbuh” yang digagas Bupati Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian.

Program tersebut dipaparkan dalam konferensi pers evaluasi satu tahun program unggulan di Media Center Diskominfo Pasaman, Selasa (19/5/2026), bersama Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Djoko Rifanto, Kepala Dinas PUPR Choiruddin Batubara, serta Kepala DPRKPPLH Hasrizal.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas PUPR Pasaman, Choiruddin Batubara menegaskan pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, tetapi menjadi strategi utama membangkitkan ekonomi masyarakat hingga ke pelosok nagari.

“Infrastruktur jalan diyakini menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Jika transportasi lancar, maka ekonomi akan tumbuh,” ujar Choiruddin.

Pemkab Pasaman kini memperkuat konektivitas antarwilayah melalui pengelolaan 317 ruas jalan kabupaten sepanjang 795,918 kilometer. Berdasarkan survei PKRMS, tingkat kemantapan jalan meningkat dari 53,27 persen pada 2023 menjadi 55,77 persen di 2024, dan tetap stabil pada 2025 meski dihadapkan bencana alam serta efisiensi anggaran.

Pada 2026, Pemkab Pasaman kembali menyiapkan anggaran sekitar Rp41 miliar guna meningkatkan kemantapan jalan menjadi 57,77 persen.

Tak hanya mengandalkan APBD, pembangunan infrastruktur Pasaman juga diperkuat dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat. Total sekitar Rp52,6 miliar disiapkan untuk rekonstruksi jalan, jembatan, serta pemeliharaan ruas strategis.

Beberapa proyek prioritas di antaranya ruas Padang Sawah–Kumpulan, Simpang Tanjung Air–Muaro Sei Lolo Gelugur, hingga Panti–Simpang Empat. Sementara melalui program Inpres Jalan Daerah 2026, pembangunan ruas Simpang III Rumbai–Muara Tais sepanjang 7,42 kilometer akan dilaksanakan dengan anggaran Rp34,06 miliar.

Selain itu, percepatan pembangunan ruas Lanai–Batang Kundur sepanjang 4 kilometer juga disiapkan dengan anggaran Rp20 miliar.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Djoko Rifanto menyebut keberhasilan pembangunan infrastruktur tersebut lahir dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, provinsi, DPRD, DPR RI hingga Balai Jalan Nasional.

Menurutnya, manfaat program mulai dirasakan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan jalan Sungai Ranyah Hilir menuju Lubuk Layang yang menjadi akses penting penghubung Rao Utara dan Rao Selatan.

“Jalan itu membuka akses ekonomi dan pendidikan masyarakat. Warga sangat berterima kasih dan berharap pengaspalan dilanjutkan pada ruas yang masih rusak,” kata Djoko.

Pemkab Pasaman juga terus membuka keterisolasian wilayah melalui rekonstruksi Jalan Silang IV–Lanai, pembangunan Jembatan Aia Sonik, Jembatan Gantung Equator di Bonjol, hingga Jembatan Bailey Kampuang Tongah–Muara Tais yang menjadi jalur vital distribusi hasil pertanian masyarakat.

Tak hanya fokus pada pembangunan fisik, pemerintah juga memperkuat keselamatan transportasi melalui layanan angkutan perintis Pasaman–Lubuk Sikaping–Panti–Simpang Empat serta pemasangan lampu penerangan jalan LED di ruas Kumpulan–Padang Sawah.

Dengan percepatan pembangunan infrastruktur tersebut, Pemerintah Kabupaten Pasaman optimistis konektivitas antarwilayah semakin kuat, distribusi hasil pertanian makin lancar, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat hingga ke pelosok nagari.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *