Marawapost.com, Pasaman, — Pemerintah Kabupaten Pasaman menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui evaluasi satu tahun program unggulan Bajak Gratis sekaligus penguatan tata kelola pupuk bersubsidi. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers di Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pasaman, Senin (18/5/2026).
Konferensi pers tersebut dihadiri Diskominfo Pasaman, Dinas Pertanian, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pasaman yang memaparkan capaian dan inovasi program unggulan daerah.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan bahwa program Bajak Gratis merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani kecil untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian.
“Program ini hadir untuk meringankan beban petani dan meningkatkan produktivitas sawah kita,” ujar Welly.
Program yang telah diuji coba di Nagari Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat petani dan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pasaman 2025–2030 bersama Wakil Bupati H. Parulian.
Kepala Dinas Pertanian Pasaman, Prasetyo, menjelaskan bahwa pemerintah daerah kini menyiapkan sistem digital BAGUS (Bajak Gratis Untuk Semua) untuk mempercepat dan menertibkan layanan.
Aplikasi ini akan difokuskan pada petani kategori Desil 1 dengan sistem seleksi otomatis. Pendaftaran direncanakan dibuka Mei 2026 dan ditargetkan untuk mendukung tanam serentak Juni 2026.
“Petani akan dibantu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar tidak kesulitan mengakses aplikasi,” kata Prasetyo.
Ia juga menyebutkan adanya upaya perluasan akses bagi petani yang belum terdata namun memenuhi kriteria penerima manfaat.
Selain program bajak gratis, Pemkab Pasaman juga memperketat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi yang masih ditemukan adanya penyimpangan.
Bupati Welly menegaskan perlunya ketepatan sasaran agar pupuk tidak disalahgunakan atau keluar daerah.
“Kita ingin pupuk benar-benar sampai ke petani kecil, bukan pihak yang tidak berhak,” tegasnya.
Dinas Pertanian mencatat alokasi pupuk bersubsidi Pasaman tahun 2025 terdiri dari 2.281 ton urea dan 1.695 ton NPK, sementara tahun 2026 meningkat signifikan menjadi 13.042 ton urea, 15.945 ton NPK, 52 ton NPK formula khusus, dan 55 ton pupuk organik.
Prasetyo mengakui masih terdapat kendala pendataan kelompok tani, termasuk keterbatasan keanggotaan yang berdampak pada distribusi pupuk.
Sekretaris Daerah Pasaman, Yudesri, menegaskan perlunya pengawasan ketat serta keterlibatan aparat penegak hukum dalam distribusi pupuk bersubsidi.
Ia juga mendorong nagari dan kelompok tani membuka ruang keanggotaan agar distribusi bantuan lebih merata.







