Marawapost.com, – Pasaman, Sumbar — Momen penuh haru dan makna mewarnai kunjungan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ke Kabupaten Pasaman, Selasa (14/4/2026). Kepulangan tokoh yang akrab disapa Bang Dul ke tanah leluhurnya di Bonjol disambut hangat oleh Bupati Pasaman Welly Suhery, jajaran pemerintah, tokoh adat, serta masyarakat.
Kunjungan yang berlangsung di kawasan Equator Bonjol itu bukan sekadar nostalgia, tetapi juga membawa misi besar: membuka peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Pasaman.
Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa Jakarta memiliki keterbatasan sumber daya alam, namun unggul dari sisi kekuatan fiskal. Kondisi ini, menurutnya, justru menjadi peluang kolaborasi dengan daerah yang memiliki potensi sumber daya, seperti Pasaman.
“Jakarta tidak punya lahan luas, beras pun tidak ada. Kita hanya punya kekuatan fiskal. Artinya, kalau Pasaman punya potensi, kita siap bekerja sama,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dengan kapasitas fiskal yang mencapai sekitar Rp67 triliun, DKI Jakarta siap berperan membantu pengembangan daerah lain melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
Kunjungan ini juga menjadi perjalanan emosional bagi Rano. Ia mengenang momen pertama kali datang ke Bonjol sekitar 15 tahun lalu, saat bertemu sang nenek yang telah menantinya dengan penuh harap.
“Beliau menunggu saya di bawah pohon mangga selama tiga hari. Saat saya datang, mangga itu diberikan kepada saya. Itu momen yang sangat menyentuh,” kenangnya.
Rano pun mengaku bangga memiliki akar di Pasaman dan berkomitmen menjaga hubungan tersebut, bahkan berencana membawa generasi penerusnya untuk mengenal kampung halaman mereka di Bonjol.
“Saya bangga jadi orang Pasaman. Ini bukan sekadar kunjungan, tapi bagian dari ikatan batin yang ingin saya jaga,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi potensi daerah, termasuk keberadaan planetarium di Pasaman yang dinilainya sebagai fasilitas langka untuk ukuran daerah.
Sementara itu, Bupati Welly Suhery menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting untuk mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Kehadiran Bapak Wagub menjadi motivasi besar bagi kami. Ini sinyal positif untuk membuka peluang kerja sama yang nyata,” ujarnya.
Ia juga mengakui masih adanya wilayah terisolasi di Pasaman, namun optimistis potensi yang dimiliki dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas daerah.
“Kami berharap kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi awal kerja sama konkret antara Pasaman dan DKI Jakarta,” tegasnya.
Kunjungan “pulang kampuang” ini pun menjadi simbol kuat perpaduan antara ikatan emosional dan visi pembangunan—membuka jalan bagi sinergi baru demi kemajuan Pasaman ke depan.







