Marawapost.com, – Pasaman — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti kunjungan Rano Karno ke kampung halaman leluhurnya di Bonjol. Momen “pulang kampung” ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan batin yang sarat kenangan, sejarah, dan jalinan silaturahmi.
Dikenal luas sebagai sosok “Si Doel”, Rano Karno kembali menapakkan kaki di tanah asal keluarganya di Bonjol, sebuah wilayah bersejarah di Kabupaten Pasaman yang juga dikenal sebagai kampung kelahiran ayahnya. �
Wikipedia
Kedatangannya disambut hangat oleh masyarakat dan keluarga besar, menghadirkan suasana emosional yang tak terbendung. Warga tampak antusias menyambut figur publik yang selama ini hanya dikenal lewat layar kaca, namun ternyata memiliki akar kuat di Ranah Minang.
Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Rano Karno untuk mengenang asal-usul keluarganya sekaligus mempererat hubungan dengan sanak saudara di kampung halaman. Bonjol sendiri dikenal sebagai salah satu daerah bersejarah di Sumatera Barat, bahkan menjadi tempat lahir Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol. �
Wikipedia
Selain bernostalgia, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi. Kehadiran Rano Karno seolah mengingatkan bahwa sejauh apa pun seseorang merantau, akar budaya dan tanah kelahiran tetap memiliki tempat istimewa di hati.
Momentum pulang kampung ini pun menjadi simbol kuat nilai-nilai kekeluargaan dan identitas, sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk tidak melupakan asal-usulnya.
Kunjungan Rano Karno ke Bonjol bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati—menghidupkan kembali kenangan, menyambung tali silaturahmi, dan mempertegas jati diri sebagai bagian dari ranah Minang.







