Lapas Kelas IIB Lubuk Basung Tingkatkan Pengawasan Area SAE, Produksi Telur Capai 290 Butir per Hari

  • Whatsapp

Marawapost.com, Lubuk Basung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung terus memperkuat pelaksanaan pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pengelolaan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).

Salah satu bentuk pembinaan tersebut dilakukan melalui kegiatan peternakan yang meliputi ayam layer dan bebek. Untuk memastikan kegiatan berjalan optimal, jajaran Lapas Kelas IIB Lubuk Basung melaksanakan pengawasan rutin di area SAE pada Jum’at (28/8/2026).

Pengawasan dilakukan dengan memantau secara langsung kondisi kandang, ketersediaan dan pemberian pakan ternak, kebersihan lingkungan peternakan, serta pencatatan dan penghitungan produksi telur harian.

Hal ini dikatakan Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto kepada media via WhatsAppnya, Jum’at (28/08/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, produksi telur bebek tercatat sekitar 50 butir per hari, sementara produksi telur ayam layer mencapai sekitar 240 butir per hari. Dengan demikian, total produksi telur dari kedua jenis ternak tersebut mencapai kurang lebih 290 butir per hari.

Kegiatan pengawasan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga produktivitas peternakan, tetapi juga menjadi bagian dari fungsi kontrol terhadap pelaksanaan tugas kerja WBP yang diberikan tanggung jawab di area peternakan.

Melalui pengawasan secara rutin, kondisi kesehatan ternak dan kebersihan kandang dapat terus dipantau. Hal tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternakan sekaligus memberikan pengalaman dan keterampilan kerja kepada WBP.

Kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor peternakan diharapkan mampu memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan oleh WBP setelah menyelesaikan masa pidananya dan kembali ke tengah masyarakat.

Selain sektor peternakan, Area SAE Lapas Kelas IIB Lubuk Basung juga menjadi bagian dari pelaksanaan berbagai kegiatan pembinaan kemandirian, termasuk bidang perikanan.
Selama pelaksanaan pengawasan, kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.

Pengawasan secara berkelanjutan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh kegiatan pembinaan di Area SAE berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya pengawasan dan kontrol dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian.

Pengelolaan SAE diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas, tetapi juga mampu menjadi sarana pembelajaran bagi WBP agar memiliki keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Dengan pengawasan yang dilakukan secara rutin dan terukur, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung berkomitmen menjaga keberlangsungan program pembinaan kemandirian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor peternakan sebagai salah satu bagian dari program pembinaan bagi WBP. (RieL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *