Marawapost.com, – PASAMAN – Siapa sangka, gagasan tentang pentingnya pengawasan pemilu ternyata telah dipikirkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, puluhan tahun sebelum lembaga pengawas pemilu lahir di Indonesia.
Fakta historis itu diungkap Anggota Bawaslu Kabupaten Pasaman, Zaini Afandi, bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno, Sabtu (6/6/2026). Menurutnya, pemikiran Sang Proklamator tersebut menjadi inspirasi penting dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan rakyat hingga saat ini.
Zaini menjelaskan, saat menjalani pengasingan di Muntok, Bangka, pada 2 Februari 1949, Bung Karno menuliskan gagasan tentang perlunya sebuah organisasi yang bertugas memimpin sekaligus mengawasi pemungutan suara agar kehendak rakyat dapat tersampaikan secara utuh.
“Agar supaya kehendak rakyat bangsa itu dapat dikemukakan dengan sempurna di dalam sesuatu pemungutan suara, maka perlulah dibangunkan satu organisasi untuk memimpin dan mengawasi pemungutan suara itu,” tulis Bung Karno kala itu.
Menurut Zaini, kutipan tersebut menunjukkan betapa jauhnya pandangan Bung Karno dalam memikirkan masa depan demokrasi Indonesia. Di tengah tekanan penjajahan dan statusnya sebagai tahanan politik Belanda, Bung Karno justru tetap memikirkan bagaimana suara rakyat harus dijaga dan dilindungi.
“Ini menunjukkan bahwa Bung Karno tidak hanya memperjuangkan kemerdekaan fisik bangsa, tetapi juga memikirkan bagaimana demokrasi harus dijalankan secara jujur dan berkeadilan. Semangat itu sangat relevan dengan tugas pengawasan pemilu yang dijalankan Bawaslu saat ini,” kata Zaini.
Ia menegaskan, pengawasan pemilu bukan sekadar menindak pelanggaran, melainkan memastikan seluruh proses demokrasi berlangsung sesuai prinsip kejujuran, keadilan, dan kedaulatan rakyat.
“Bawaslu hadir untuk menjaga agar setiap suara rakyat memiliki nilai yang sama dan tidak dicederai oleh praktik-praktik yang merusak demokrasi. Semangat itu sejalan dengan cita-cita yang pernah ditulis Bung Karno lebih dari tujuh dekade lalu,” ujarnya.
Pada momentum Hari Lahir Bung Karno tahun ini, Zaini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengenang Sang Proklamator sebagai tokoh kemerdekaan, tetapi juga sebagai pemikir demokrasi yang gagasannya tetap hidup hingga hari ini.
“Demokrasi yang kuat tidak lahir begitu saja. Ia membutuhkan pengawasan, partisipasi masyarakat, dan komitmen bersama untuk menjaga suara rakyat tetap menjadi suara yang paling berdaulat,” tutupnya.
Peringatan Hari Lahir Bung Karno 2026 pun menjadi pengingat bahwa cita-cita demokrasi yang bersih dan berintegritas sesungguhnya telah ditanamkan oleh Sang Proklamator sejak masa-masa awal perjuangan bangsa.







