Marawapost.com, Agam – Terkait konflik antara PT. Inang Sari dengan masayarakat lingkungan di Padang Mardani Nagari Manggopoh Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat, pimpinan PT. Inang Sari, Kresno angkat bicara.
“Dua hari sebelum kejadian kami terima berita bahwa kita akan didatangi oleh 300 orang yang katanya dikawal oleh 150 orang TNI. Sebetulnya saya tidak terlalu percaya, karena tidak mungkin anggota TNI akan mengawal orang yang akan berbuat pidana”, kata pimpinan PT. Inang Sari, Kresno kepada media, Minggu (07/12/25).
Oleh karena itu kata Kresno, tentu saya mempersiapkan diri untuk membela diri, saya menghubungi aparat kepolisian dan Pemda Kabupaten Agam, disitu kami katakan bahwa bodoh kalau kami tidak mempersiapkan diri kalau mereka akan datang.
Kami berharap, APH dan Pemda bisa antisipasi agar tidak terjadi konflik horizontal. Ketika hari H (kejadian) Polisi sudah datang satu mobil, tiba-tiba dari luar mereka masuk ke halaman PT. Inang Sari melaui portal tanpa izin dan tanpa pemberitahuan dan tanpa komunikasi.
“Tentu kami harus bertahan membela dan mempertahankan aset-aset penting yang ada didalam kantor”, tutur Kresno.
Kemudian terjadilah bentrok, terus ditengahi oleh Polisi. Setelah itu mereka mengadu/melapor ke Polisi dan kami juga mengadu/melapor ke Polisi. Pada malam itu, kita melakukan visum terhadap ada 6 orang anggota kita, dan kita sudah buat laporan Polisi malam itu juga.
“Sekarang kita mau melihat, bagaimana kelanjutannya dan akan diproses sesuai dengan hukum. Kalau mereka mau menuntut silakan, kita akan menjawab secara hukum “, tukas Kresno.
Sesungguhnya saya tidak percaya bahwa TNI akan ikut campur dalam hal ini. Pada hari kejadian tidak ada terlihat sedikitpun pergerakan dari TNI, apalagi TNI pada saat itu sedang berada di lokasi bencana.
Pada siang harinya, ada datang 2 anggota TNI dan mereka tidak ada memprovokasi dan saya meyakini bahwa anggota TNI ikut menengahi. Kami menerima anggota TNI dengan baik. Jadi saya tidak melihat ada oknum dari TNI.
“Kita akan terus melihat prosesnya. Mereka membuat laporan, kita juga membuat laporan sesuai dengan hak kita dan kita akan flowup terus laporan di Polisi dan akan menjawab laporan mereka serta kita ikuti proses hukum “, ungkap Kresno. (R)







