Luar Biasa,  Pemkab Agam Raih WTP Sebelas Kali Berturut – turut

  • Whatsapp

Marawapost.com, Agam – Kolaborasi kuat antara eksekutif dan legislatif kembali membuahkan hasil gemilang di Kabupaten Agam. Untuk ke-11 kalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kabupaten Agam berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2024.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan pada Rabu (21/5) di Kantor BPK Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Padang, oleh Kepala Perwakilan BPK Sumbar, Sudarminto Eko Putra, kepada Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah.

Pencapaian ini dinilai tidak hanya sebagai hasil kerja teknis birokrasi, tetapi sebagai bukti nyata bahwa komunikasi dan kerja sama lintas lembaga, khususnya antara Pemkab dan DPRD, memainkan peran kunci dalam menciptakan sistem keuangan daerah yang transparan, tertib, dan akuntabel.

“Opini WTP ini adalah buah dari hubungan kerja yang solid dan saling menguatkan antara seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Agam. Ini adalah wujud sinergi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas,” ujar Ketua DPRD Agam, H. Ilham, Lc, M.A.

Bupati Agam turut menyampaikan bahwa penghargaan dari BPK ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran publik bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi tanggung jawab moral terhadap masyarakat.

“Kami bersyukur atas capaian ini, namun yang terpenting adalah semangat untuk terus memperbaiki diri. WTP bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan yang berkualitas,” katanya.

Dalam prosesnya, BPK memeriksa seluruh aspek keuangan daerah dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004. Hasil pemeriksaan ini sekaligus menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bersama agar ke depan kebijakan anggaran lebih efisien, tepat guna, dan berpihak kepada kebutuhan rakyat.

Dengan prestasi ini, Kabupaten Agam menunjukkan bahwa tata kelola keuangan yang sehat bukan hanya soal aturan, tetapi soal komitmen bersama dalam membangun pemerintahan yang melayani.

(RieL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *