Orang Terkaya di Sumbar, H.M.Y Kasmir: Kesuksesan Berawal Dari 0 Kilometer

  • Whatsapp

Marawapost.com, Jakarta – H. M.Y Kasmir, seorang miliyader yang berasal dari Parit Panjang Nagari Lubuk Basung Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat mengatakan kesuksesannya berasal dari Nol Kilometer, artinya beliau berasal dari rakyat biasa.

Hal ini dikatakan Owner Arkato Group, H.M.Y Kasmir ketika wawancara eklusif dengan Media Online Marawapost.com dikediaman beliau Kelurahan Bambu Apus Kecamatan Cipayung Kota Jakarta Timur Provinsi DKI, Selasa (11/06/24) lalu.

Tujuan kita untuk mempublikasikan hal ini bukan untuk pamer , tetapi untuk memberi inspirasi dan motivasi untuk anak-anak muda. Artinya jangan mudah putus asa dengan kondisi ekonomi sulit, asal mau berusaha, InsyaAllah Tuhan akan menolong kita. Ibarat pepatah minang “Ayam Mangakeh Dulu Baru Bisa Makan

Dulu kata H.M.Y Kasmir, waktu saya masih kecil sekali umur 1 Tahun Bapak saya meninggal. Sebelum meninggal Bapak saya sempat berpesan kepada Ibu untuk  menyekolahkan saya. Dengan serba keterbatasan kemudian saya dibesarkan oleh ibu hingga bersekolah.

“kemudian saya bersekolah di SD Parit Panjang Lubuk Basung, setelah tamat SD dengan semangat dan otak saya bersekolah di ST (Setingkat SMP) dan kemudian melanjutkan lagi di STMN 1 Kota Bukittinggi”, ulas H.M.Y Kasmir yang saat ini berusia 73 Tahun.

Mulai dari kelas 1 ST sampai kelas 2 STM kata H.M.Y Kasmir saya menjadi pembantu rumah tangga sambil bersekolah dan itui tidak digaji, setelah penghujung kelas 2 mau naik kelas 3 baru saya bisa gosok gigi dengan odol karena sebelumnya waktu saya jadi pembantu saya gosok gigi hanya dengan sabut kelapa, tidur dikasur pakai bantal sampai kelas  tamat STM, karena rezeki ibu saya agak membaik.

“Tamat STM saya merantau ke Jakarta dengan modal menjual 1 ekor sapi, karena kata Ibu saya kalau mau cari kerja merantaulah ke kota yang lebih besar. Kerja pertama, saya bekerja di bengkel selama 6 bulan”, tutur H.M.Y Kasmir lagi.

Kemudian setelah itu baru saya dapat pekerjaan di PT. Trakindo Utama dari helper mekanik lanjut jadi mekanik, mekanik senior hingga instruktur mekanik dan operator alat berat, disinilah saya pertama kenal dengan nama-nama alat berat.

Terus berlanjut, pada bulan Januari sampai Oktober Tahun 1990 saya menganggur, kemudian saya dapat pekerjaan di PT. ATR (Angkasa Teknik Raya) dan diangkat jadi menejer dan Alhamdulillah berkembang.

Kemudian saya melamar lagi di Perusahaan asal Jepang PT. Waskita Kajima Cibitung namun lamaran saya ditolak karena saya hanya tamat pendidikan dijenjang STM, akan tetapi perusahan tersebut meminta kepada saya untuk mencarikan satu alat berat berupa CRANE 40 Ton. Disinilah pengalaman pertama saya menjadi calo rental Alat Berat.

“Kemudian permintaan sewa alat berat terus berlanjut kepada saya, pembuatan jalan di Serpong oleh PT. Utama Karya meminta alat berat berupa mesin giling dan tangki air. Berlanjut sampai 6 bulan sudah 18 unit alat berat yang saya calokan dengan penghasilan yang lumayan pada waktu itu”, ucap H.M.Y Kasmir.

Berawal dari sinilah saya mulai berpikir bahwa saya harus punya Perusahaan rental Alat Berat. Alhamdulilah kemudian saya berhasil mendirikan perusahaan dengan nama PT. United Arkato.

“Alhamdulillah PT. UNITED ARKATO mendapat kontrak pertama dengan PT. Bangun Cipta yang menyewa 3 unit alat berat untuk mengerjakan Jakarta Fair”, ujar H.M.Y Kasmir.

Kemudian setelah Tahun 1996 pada zaman Presiden Soeharto ada peraturan bahwasanya nama Perusahaan tidak boleh pakai Bahasa Inggris, maka nama Perusahaan berubah menjadi PT. UNITEDA ARKATO.

“Kemudian berlanjut, sekitar 5 Tahun yang lalu jumlah alat berat PT. UNITEDA ARKATO sebanyak 754 unit. Alhamdulillah sekarang terus berkembang menjadi 1240 unit alat berat dan juga alat-alat tambang seperti Dump Truck besar 60 Ton”, tukas H.M.Y Kasmir.

Dilanjutkannya, sekitar 6 Tahun yang lalu saya dapat undangan dari Kedutaan Inggris mengahdiri Ulang Tahun Ratu Elizabeth, dan saya kaget dengan undangan tersebut lalu saya bertanya ke kedutaan Inggris, memang benar saya dapat udangan atas rekomendasi dari Finlandia.

“Pada waktu itu, PT. UNITEDA ARKATO ditunjuk sebagai Dealer Alat Berat Forestry  merek Kesla di Negara Indonesia. Alat Berat ini merupakan alat berat untuk penebangan, pengupasan dan pengolahan pohon kayu besar”, tukuk H.M.Y Kasmir.

Disambungnya, PT. UNITEDA ARKATO ditunjuk sebagai Dealer Alat Berat Kesla karena: (1) PT. UNITEDA ARKATO milik sendiri, (2) Di Bank Indonesia status PT. UNITEDA ARKATO A+2, (3) PT. UNITEDA ARKATO belum punya Dealer Alat Berat dan yang ke (4) PT. UNITEDA ARKATO adalah Perusahaan terbesar di Asia. Hal ini bukan kata saya ulas H.M.Y Kasmir namun kata orang Finlandia.

Lebih lanjut dikatakan H.M.Y Kasmir, selain PT. UNITEDA ARKATO, sekarang ARKATO GROUP juga  punya 4  perusahaan lagi yaitu: PT Arkadaya Hakato Persada yang bergerak di bidang kontraktor golongan B, PT Arkadiya Fourhaka Indonesia, khusus menjual alat berat (dealer) Forestry merk Kesla dari Finlandia.

Kemudian PT. Uniteda Arkato Harvesting yang menjual alat pengupas kayu. Harvesting Equipment kurang dikenal di Indonesia karena alat berat ini langka dan mahal dan PT. Uniteda Arkato Rajawali yang bergerak di bidang tambang pemotongan batu gunung menjadi batu balok di Banten untuk ekspor.

“Harga alat berat tersebut rata-rata di angka 6 Milyar Rupiah, jika dikalikan 1240 maka jumlahnya menjadi Rp. 7.440.000.000.000 (7,440 Triliun). Ini baru aset belum hasil dari rental alat itu sendiri”, tandas H.M.Y Kasmir.

Hingga saat ini, usaha alat berat saya berkembang di Indonesia seperti Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Kalimantan dan  Pulau Sulawesi. Selain itu H.M.Y Kasmir juga memiliki Pasar Tradisional dan Villa di Cijeruk Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data Om Google, H. M.Y Kasmir dari Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat ini merupakan pegusaha terkaya di Provinsi Sumatera Barat. (RieL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *