Marawapost.com, Jakarta – Berikan Motivasi, Bupati Agam, DR. Andri Warman, M.M secara lansung mendampingi siswa-siswa juara Cerdas Saint di Hotel Balairung dan Dunia Fantasi serta Sea Word Ancol, Rabu (05/07/23).
“Hal ini saya lakukan, sebagai reword atau penghargaan pada anak-anak juara tersebut atas prestasi yang telah dicapainya”, ucap Bupati.

Disebutkan Bupati, siswa-siswa agar lebih giat lagi dalam belajar menuntut ilmu pengetahuan dan jangan pernah puas atas apa yang diraih saat ini.
“Pendidikan sangat penting untuk menentukan masa depan kita, maka dari itu kita harapkan kepada siswa-siswa agar bersungguh-sungguh dalam belajar”, Ujar orang nomor satu di Kabupaten Agam ini.

Untuk diketahui, siswa-siswa pemenang lomba cerdas sains melaksanakan studi tour ke DKI Jakarta ini difasilitasi oleh Bupati Agam, DR. Andri Warman, MM.
Kemaren, Selasa (04/07/23) siswa bersama guru pendamping menuju TMII, siswa disambut baik oleh Kak Wildan, Edukator Muspen, mereka diberikan berbagai informasi mengenai objek sejarah penerangan dan komunikasi di Indonesia.
Dalam arahan edukator, siswa diajak melihat tayangan informasi mengenai muspen dan video edukasi tentang perundungan.

Kemudian, pemenang lomba cerdas sains diajak melihat ruang pamer di lantai 1 yang menerangkan tentang komunikasi masyarakat Indonesia dari jaman dahulu.
“Sangat asyik, kita disuguhkan informasi mengenai alat komunkasi jaman dulu baik secara audio seperti pentungan, radio, visual, seperti koran hingga audio visual seperti televisi,” ucap Fachri siswa SMP 1 Lubuk Basung.
Fachri juga merasa senang karena bisa melihat secara langsung alat komunikasi yang digunakan sejak dulu, terutama saat proses Kemerdekaan Indonesia.

Pada ruang pamer, pengunjung juga disuguhkan sejarah dari RRI dan TVRI hingga ruang produksi dari media penyampai informasi tersebut.
Siswa hingga pendamping sangat antusias saat memasuki ruang produksi dari program legendaris TVRI, yakni Si Unyil.
“Mengunjungi museum penerangan membuat kami bernostalgia ke jaman dahulu terutama saat melihat tokoh Si Unyil dan teman teman,” ungkap Osmita, Guru Pendamping.

Selanjutnya pengunjung dibawa ke lantai 2 yang menyajikan cerita komunikasi sejak manusia pertama hingga saat ini melalui relief sepanjang 100 meter.
Di lantai yang sama pengunjung juga diedukasi mengenai bijak berkomunikasi dimasa kini dengan belajar komunikasi melalui wahana digital.
Setelah mengelilingi Muspen, siswa beserta guru pendamping kemudian melanjutkan berkeliling melihat wahana lainnya yang ada di TMII. (RieL)







