Marawapost.com, Agam – Sambut perantau pulang basamo, Pemerintah Kabupaten Agam gelar acara Silaturrahmi Antara Perantau dengan Pemerintah Daerah (Pemda) di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Rabu (26/04/23).
Kegiatan ini diangkat dengan tema “Mangumpuan Nan Taserak, Mangabek Nan Taurai, Bersama Kita Mewujudkan Agam Maju”.
“Kami dari Bakor Perantau Agam mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang telah menggelar acara ini, tentu hal ini akan menjadi penyemangat tersendiri bagi kami perantau untuk ikut berpartisipasi dalam mewujudkan Agam lebih maju kedepan”, ucap Wakil Ketua Umum Badan Kordinasi (Bakor) Perantau Agam, Yoswandi Lelo ketika dikonfirmasi Media Online Marawapost.com di sela acara itu.
Selama ini kata Yoswandi, Pemkab Agam dengan serius telah membangun lembaga-lembaga perantau yang ada di Indonesia. Bakor Agam yang terdiri dari 16 Kecamatan dan 92 Nagari yang nantinya menjadi satu kesatuan konsolidasi bagaimana masyarakat perantau bisa disatukan oleh Pemkab Agam sebagai mitra untuk mewujudkan Agam lebih maju di segala bidang.

“Untuk Pemerintah Daerah, Bakor Agam akan memberikan kontribusi berupa fasilitas terkait investasi, pembangunan infrasruktur, membangun secara ekonomi , peningkatan sumber daya manusia yang nantinya akan diadakan kerjasama (MoU) dengan Pemkab”, tutur Yoswandi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum RKKL Jabodetabek ini.
Dalam hal ini kata Yoswandi, Pemkab Agam melalui Bupati DR. H. Andri Warman, MM Seratus Parsen memberikan dukungan kepada kita dan sangat memotivasi atas program-program yang kami lakukan baik di rantau maupun di kampung halaman, ini tentu merupakan hal yang luar biasa bagi kita semua.
“Pada lebaran Tahun 2023 ini, jumlah perantau Agam yang pulang kampung dari DKI Jakarta dan sekitarnya sekitar 286 unit kendaraan pribadi, dan juga ada tambahan kendaraan pribadi dari provinsi lampung, Palembang, Jambi, Riau dan Medan sekitar 200 Unit lebih dan ada juga beberapa Nagari pulang basamo memakai Bus sebanyak 10 unit”, tukas Yoswandi.

Disambungnya, jadi kendaraan pribadi seluruhnya sekitar 500 unit, jika dikalikan 4 orang ditiap kendaraan maka jumlah perantau menjadi 2000 orang dan ditambah 10 unit Bus jiak dikalikan 40 orang tiap Bus maka menjadi 400 orang. Jadi jumlah perantau Agam yang pulang basamo diperkirakan lebih kurang 2500 orang.
“Jika kita rata-ratakan setiap perantau menghabiskan uang sebesar 1 Juta Rupiah, maka jumlah uang perantau yang beredar dikampung bisa mencapai 2,5 Milyar Rupiah. Hal ini tentu akan menambah pertumbuhan ekonomi masyarakat terutama pedagang”, ungkap Yoswandi.
Dilanjutkan Yoswandi, untuk Lebaran Idul Fitri 1445 H / 2024 M nanti, kami sudah merancang dan akan mengadakan pertemuan khusus setelah kami kembali kerantau. InsyAllah kami dari Bakor Agam mempunyai terget, nantinya setiap Nagari bisa menyediakan 4 unit Bus untuk pulang basamo diluar dari kendaraan pribadi.

“Untuk anggarannya berasal dari dukungan sponsor dan partisipasi, namun jika Pemerintah Daerah membantu kami sangat bersyukur, tentunya hal ini juga diharapkan oleh masyarakat perantauan adanya kerjasama yang baik antara rantau dengan ranah atau Pemerintah Daerah”, tutup Yoswandi.
pada kegiatan itu terlihat, Waketum Bakor Perantau Agam, Yoswandi Lelo mendampingi Bupati Agam dan kepala OPD dalam memberikan hadiah kepada pemenang acara hiburan KIM berupa satu unit sepeda motor. (RieL)







