Marawapost.com, Pasaman – Kabupaten Pasaman menjadi salah satu daerah dengan capaian digitalisasi transaksi pemerintah daerah terbaik di Sumatera Barat. Berdasarkan evaluasi Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) 2025, skor Pasaman meningkat dari 85,1 persen menjadi 96 persen, sekaligus menempatkannya dalam tiga besar Championship TP2DD di Sumbar.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat, Sudarta, mengapresiasi kinerja Pemkab Pasaman yang dinilai progresif dalam memperluas transaksi non-tunai. Menurutnya, digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga berdampak langsung pada optimalisasi pendapatan daerah.
“Tren ini terlihat dari PAD Pasaman yang terus meningkat dalam tiga tahun terakhir,” ujar Sudarta saat menghadiri High Level Meeting (HLM) TP2DD di Balerong Pusako Anak Nagari, Kamis (18/6/2026).
PAD Pasaman tercatat naik dari Rp84,54 miliar pada 2023 menjadi Rp89,93 miliar pada 2024, lalu melonjak menjadi Rp110,03 miliar pada 2025.
Transaksi pajak daerah melalui kanal digital juga meningkat signifikan, dari Rp8,28 miliar pada 2023 menjadi Rp23,12 miliar pada 2025. Sementara transaksi retribusi digital melonjak dari Rp791 juta menjadi Rp44,61 miliar pada periode yang sama.
Bupati Pasaman, Welly Suhery, menegaskan digitalisasi merupakan langkah strategis untuk mewujudkan tata kelola keuangan yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Setiap transaksi harus tercatat, terukur, dan dapat dipantau secara real time. Digitalisasi menjadi instrumen penting untuk menutup potensi kebocoran pendapatan daerah sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Pemkab Pasaman juga terus memperluas penerapan pembayaran elektronik, termasuk untuk PBB-P2, guna mempermudah masyarakat sekaligus meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan daerah.







