Berpotensi Tempat Berkembang Nyamuk DBD, Walinagari Lubuk Basung dan Warga Simpang IV Tangah Minta Pemkab Agam Segera Perbaiki Drainase

  • Whatsapp

Marawapost.com, Lubuk Basung — Wali Nagari Darma Ira Putra bersama masyarakat Simpang IV Tangah Lubuk Basung meminta Pemerintah Kabupaten Agam melalui dinas terkait segera mencarikan solusi terhadap kondisi saluran drainase yang mengalami genangan air dan tidak lagi mengalir sebagaimana mestinya.

Menurut Wali Nagari Lubuk Basung, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh saluran drainase yang telah dipenuhi sedimentasi sehingga terjadi penyumbatan di sejumlah titik. Akibatnya, air menggenang dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar.

“Kami menduga saluran ini sudah penuh sedimentasi sehingga aliran air tersumbat dan menyebabkan genangan. Kondisi ini tentu sangat meresahkan warga,” ujar Walinagari Niniak Mamak itu, saat meninjau lokasi drainase di Jalan H. Agus Salim Simpang IV Tangah Lubuk Basung, Rabu (20/05/26).

Ia menjelaskan, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena saat ini wilayah Simpang IV Tangah sedang menghadapi wabah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Genangan air di saluran drainase dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama penyebaran DBD.

“Kami takut genangan air dari drainase ini menjadi salah satu potensi berkembang biaknya jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti. Untuk itu kami meminta Pemerintah Kabupaten Agam segera melakukan perbaikan saluran drainase di kawasan Jalan H. Agus Salim Simpang IV Tangah Lubuk Basung,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT Simpang IV Tangah, Taufik Wahyudi mewakili masyarakat setempat juga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, selain berpotensi memperparah penyebaran wabah demam berdarah, kondisi drainase yang tersumbat juga dapat menyebabkan banjir lokal saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Kami sangat berharap Pemda Agam membantu perbaikan drainase di daerah kami. Apalagi sekarang wabah demam berdarah sedang terjangkit di lingkungan ini. Kalau tidak segera diperbaiki, kami khawatir wabah ini terus berkembang,” ujar Yudi.

Ia menambahkan, setiap kali hujan turun, air kerap meluap dari drainase karena saluran tidak mampu menampung debit air yang ada.
“Jika hujan turun, air meluap dari drainase dan menyebabkan banjir lokal di sekitar permukiman warga,” katanya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Agam melalui instansi terkait dapat segera melakukan normalisasi drainase, pembersihan sedimentasi, serta perbaikan saluran agar lingkungan kembali bersih, sehat, dan terbebas dari ancaman banjir maupun wabah penyakit. (RieL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *