‎Pedagang Kecil Diusir dari RSUD Sungai Dareh, Fitra Neza: Itu Sudah Aturan

  • Whatsapp

Marawapost.com, Dharmasraya – Sejumlah pedagang kecil mengeluhkan kebijakan penertiban di area RSUD Sungai Dareh yang dinilai terlalu ketat dan tidak disertai solusi alternatif bagi mereka yang menggantungkan hidup dari aktivitas berjualan.

‎Penertiban yang dilakukan oleh pihak keamanan rumah sakit disebut berujung pada pengusiran pedagang tanpa adanya dialog terbuka maupun relokasi yang jelas. Kondisi ini memicu keresahan, terutama bagi pedagang yang telah lama berjualan sejak RSUD lama hingga gedung baru saat ini.

‎”Kami hanya jualan snack kotak dan air mineral. Sudah lama kami di sini, tapi baru sekarang diusir tanpa solusi,” ujar salah seorang pedagang berinisial RD.

‎Menurutnya, aktivitas berjualan tersebut semata-mata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia menegaskan, para pedagang bukan mencari keuntungan besar, melainkan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

‎”Kalau kami punya pilihan lain, tentu kami tidak akan berjualan seperti ini. Ini hanya untuk bertahan hidup,” tambahnya dengan nada haru.

‎Sejumlah pedagang berharap pemerintah daerah dan manajemen rumah sakit dapat menghadirkan solusi yang lebih manusiawi, seperti penyediaan area khusus atau relokasi yang layak, alih-alih melakukan pelarangan sepihak.

‎Di sisi lain, Ketua LSM Peduli Masyarakat menilai kebijakan tersebut menunjukkan lemahnya keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil. Ia menegaskan bahwa penertiban seharusnya diiringi langkah solutif.

‎”Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Jangan hanya melarang, tetapi juga harus memberi jalan keluar. Pedagang kecil ini berjualan untuk bertahan hidup, bukan untuk mencari kekayaan,” tegasnya.

‎sementara itu, direktur rumah sakit umum (RSUD) fitria neza saat di konfirmasi media marawapost terkait persolaan ini pada jum, at (01/05/2026) mengatakan, yang di larang berdagang cuma di selasar rumah sakit, karena area tersebut daerah infeksi, dan dari segi aturan RSUD tidak membolehkan berdagang di area selasar, itu bisa berdampak ke akreditasi dan kredensial RSUD. tutupnya. (Ali04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *