Marawapost.com, Pasaman – Momen “pulang kampung” Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, ke Bonjol, Kabupaten Pasaman, tak sekadar nostalgia. Kunjungan ini justru melahirkan gagasan besar: menjadikan Bonjol sebagai magnet pariwisata historis kelas nasional.
Didampingi Bupati Pasaman Welly Suhery, Rano Karno menyusuri sejumlah situs bersejarah yang sarat nilai perjuangan. Mulai dari kawasan Museum Tuanku Imam Bonjol di Equator hingga Benteng Tajadi, yang menjadi saksi perlawanan rakyat Bonjol di bawah kepemimpinan Tuanku Imam Bonjol melawan penjajah.
Tak hanya itu, Rano juga dibuat kagum saat mengunjungi rumah bersejarah milik Achmad Mochtar, dokter legendaris asal Bonjol yang namanya kini diabadikan menjadi rumah sakit di Bukittinggi.
Dari rangkaian kunjungan tersebut, muncul komitmen kuat antara Rano Karno dan Bupati Welly untuk mengangkat potensi sejarah Bonjol ke panggung nasional.
“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Bupati. Kita akan susun langkah strategis agar Bonjol menjadi destinasi wisata sejarah unggulan,” tegas Rano, Selasa (14/04/2026).
Puncaknya, di Kampung Jambak, Bonjol, Rano Karno meninjau langsung lokasi rumah peninggalan keluarganya yang telah rusak akibat banjir. Di lokasi itu, ia mencetuskan rencana pembangunan Rumah Budaya Sukarno M. Nur, yang akan menjadi pusat literasi dan kebudayaan di Pasaman.
Rumah budaya tersebut akan didedikasikan untuk mengenang ayahandanya, Sukarno M. Nur, putra asli Bonjol. Rano bahkan mengenang kisah masa kecilnya bersama sang nenek, Jalimah, yang pernah tinggal bersamanya hingga akhir hayat.
“Kami ingin rumah ini menjadi tempat berkumpul, belajar, dan mengenang akar budaya kami di Bonjol,” ungkap Rano yang akrab disapa “Si Doel”.
Bupati Welly Suhery pun menyambut hangat rencana tersebut dan berharap kolaborasi ini menjadi langkah awal kemajuan Pasaman ke depan.
Kunjungan ini menjadi kali ketiga bagi Rano Karno pulang ke Bonjol, dengan kenangan mendalam sejak era 1980-an. Ia pun berharap pembangunan kembali rumah keluarga besarnya dapat mempererat hubungan dengan tanah leluhurnya.
Usai agenda di Bonjol, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bukittinggi untuk menghadiri kegiatan wisuda di UIN Bukittinggi.
Dengan potensi sejarah yang kuat dan dukungan tokoh nasional, Bonjol kini bersiap menjelma sebagai destinasi wisata historis unggulan Indonesia.







