Marawapost.com, Pasaman, — KPPN Lubuk Sikaping bersama Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) Tahun 2025 dan Strategi Tahun 2026 di Aula KPPN Lubuk Sikaping. Kegiatan ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Pasaman, Sekda, serta sejumlah kepala OPD.
Bupati Pasaman menegaskan pentingnya sinergi Pemda dan KPPN mengingat tingginya ketergantungan daerah terhadap dana pusat. Berdasarkan data kapasitas fiskal, Pasaman masih berada pada kategori sangat rendah dengan indeks 0,003, di mana 88 persen APBD 2025 bersumber dari TKD.
“Pengelolaan TKD yang akuntabel dan tepat waktu menjadi keharusan untuk menjaga kualitas pelayanan publik,” tegas Bupati Pasaman, Jum’at (6/2/2026).
Kepala KPPN Lubuk Sikaping, Syahrawi Munthe, menyampaikan realisasi penyaluran TKD Tahun 2025 mencapai Rp878,7 miliar atau 98,76 persen dari pagu Rp889,1 miliar. Capaian tersebut mencakup DBH 100 persen, DAK Non Fisik 99,91 persen, DAU 98,54 persen, dan DAK Fisik 98,11 persen.
Meski kinerja penyaluran dinilai baik, KPPN mendorong Pemda Pasaman meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi PBB, pemanfaatan aset daerah yang belum produktif, serta pengembangan BUMD melalui skema kerja sama.
Memasuki Tahun Anggaran 2026, Pasaman menghadapi penurunan pagu TKD, termasuk DAU yang turun menjadi Rp585 miliar serta Dana Desa yang berkurang menjadi Rp20 miliar akibat kebijakan efisiensi anggaran pusat.
FGD berlangsung interaktif dengan fokus penguatan koordinasi, manajemen kas yang efektif, serta pencarian alternatif pembiayaan pembangunan. Kegiatan ditutup dengan pemberian apresiasi kepada Pemkab Pasaman atas kinerja penyaluran Dana Desa terbaik Tahun 2025.







