Kepala Puskesmas,  dr. Amelia Restia  Hadiri Rembuk Stunting Nagari Lubuk Basung  

  • Whatsapp

Marawapost.com, Lubuk Basung – Rembuk Stunting digelar di Pemerintah Nagari Lubuk Basung, Kamis (12/06/25). Kegiatan diadakan di aula utama kantor Nagari Lubuk Basung.

Rembuk Stunting yang dibuka Ketua Bamus Nagari Lubuk Basung, Drs. Nasrial Dt. Asalabiah itu dihadiri oleh Walinagari Lubuk Basung, Darma Ira Putra, SE, MM Dt Batuah, Kepala Puskesmas Lubuk Basung, dr. Amelia Restia, KPM, TK/PAUD, Penyuluh KB, Bidan Desa, Pendamping Desa, MUI, Bamus, Babinsa, Parik Paga, TP-PKK, Bundo Kanduang dan KAN Nagari Lubuk Basung.

Pada kesempatan itu, Kepala Puskesmas Lubuk Basung, dr. Amelia Restia mengatakan, kita telah melakukan upaya – upaya dalam penganan Stunting di Lubuk Basung kita melibatkan lintas sektor dan instansi.

“Stunting adalah masalah gizi kronik. Untuk mengatasi masalah gizi ini tidak bisa hanya dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas saja yang terlibat”, ujar Kepala Puskesmas Lubuk Basung ini.

Harapan kami lanjut Kepala Puskesmas Lubuk Basung, pada kegiatan rembuk stunting kali ini kita hadir dari berbagai unsur yang nantinya akan bersama – sama mencarikan solusi, kita samakan persepsi dan mencari strategi bagaimana caranya agar angka stunting ini bisa ditekan.

“Berdasarkan data sampai bulan Februari 2025 ini, tercatat 184 anak balita yang berisiko stunting. Sedangkan pada tahun 2024 kemaren masih ada sisa anak yang tercatat stunting sebanyak 107 orang”, tutur Kapus Lubuk Basung lagi.

Untuk resiko gizi kurang lebih banyak lagi, tahun 2025 ini tercatat 178 anak resiko gizi kurang. Sedangkan tahun 2024 tercatat anak resiko gizi kurang sebanyak 201 orang yang belum clear.

“Untuk masalah stunting ini, kita tidak bisa mengkaji ketika dari bayi atau balita saja, karena prosesnya mulai dari awal usia pertumbuhan kandungan, mulai dari persiapan janinnya (cikal bakal orang tuanya) harus diperhatikan”, tukas Kapus.

Nanti sambung Kepala Puskesmas Lubuk Basung, setelah rembuk stunting kita akan mendapatkan strategi untuk diterapkan pada masyarakat agar pencegahan dan penanganan stunting ini bisa kita atasi. (RieL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *