Merasa Dizalimi, Pengurus KSPNM Datangi PT. AWB dan Pasang Spanduk Penghentian Kerja Sementara di Plasma

  • Whatsapp

Marawapost.com, Dharmasraya – Puluhan pengurus Koperasi Sawit Pusako Niniak Mamak (KSPNM) Sikabau beserta niniak mamak dan tokoh masyarakat Nagari Sikabau hari ini Kamis (27/07/23) datangi PT. Andalas Wahana Berjaya (AWB) melakukan aksi peringatan kepada pihak PT AWB atas ketidak terbukaannya dalam memberikan informasi.
Dari pantauan media ini dilapangan terlihat puluhan warga mendatangi PT. AWB dalam aksi damai dan melakukan pemasangan spanduk di beberapa titik yang bertuliskan “Hentikan, Atas Nama Koperasi Sawit Pusako Niniak Mamak Sikabau Meminta Untuk Hentikan Seluruh Aktifitas Pekerjaan Di Kebun Plasma Nagari Sikabau. Sampai Waktu Yang Belum Ditentukan”
Ditemui awak media, ketua KSPNM Herianto DT. Mandaro mengatakan, hal ini bermula ketika pihak pengurus koperasi melakukan pembayaran pajak ke KPP Solok, kami terkejut ketika kami disodori tagihan yang nilainya miliaran rupiah, dan kami merasa selama ini pihak perusahaan tidak memberitahu hal ini ungkapnya.
Untuk meminta kejelasannya maka kami telah melayangkan surat keberatan yang berisi 21 poin terkait kondisi tersebut, namun menurut kami pihak PT. AWB tidak menanggapinya secara serius. Maka dari itu hari ini kami turun secara bersama sama untuk meminta kejelasan lebih lanjut ungkapnya lagi.
Bersamaan dengan itu wakil ketua KSPMN Zulkifli Monti Sutan membeberkan, sudah keputusan dan kesepakatan niniak mamak untuk mengentikan aktifitas di plasma, karena selama ini kerjasama pihak PT. AWB dengan KPSNM tidak saling menguntungkan, ketransparanan pihak PT tidak nampak, jadi apa artinya kerja sama kalau tidak saling menguntungkan. Zulkifli juga berharap, kedepanya mari kita lakukan kerjasama yg saling menguntungkan ungkapannya.
Menurutnya lagi jika tidak ada tanggapan dari pihak PT. AWB, kami beserta seluruh anggota KSPNM akan melakukan aksi yang lebih besar lagi pungkasnya.
Sekretaris KSPNM Rinto Aryon juga menyampaikan hal ini perlu dilakukan agar kedepannya kami mendapatkan keadilan karna tidak sesuai dengan perjanjian antara pihak PT dan Koperasi. Karna itu kami melakukan aksi ini, kami hanya membawa spanduk dan yang turun niniak mamak bersama tokoh masyarakat. Jika tidak penyelesaian maka kedepannya akan ada lagi aksi yang lebih besar lagi ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pihak Humas PT. AWB Peri Satria mengungkapkan, kalau secara perjanjian MoU baik operasional apapun itu adalah kewenangan pihak manajemen, tapi karna kita menghargai sosial setempat, dan mereka juga sudah memasukan surat, surat tersebut sudah kita sampaikan juga kepada manajemen PT. AWB mungkin nantik tindak lanjutnya akan dibalas juga dengan surat ulasnya. (Ali04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *