Bukittinggi, Marawa – Bahas kerjasama tahun 2023 serta studi banding yang biasa diselenggarakan tiap tahun , Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi gelar pertemuan dengan Wartawan, Jum’at (18/11/22).
Kadis Kominfo Kota Bukitinggi, Erwin Umar mengatakan pada wartawan yang bertugas di kota Bukittinggi, agar berhati-hati dalam penempatan judul berita, pasalnya tidak tertutup kemungkinan dari judul berita akan dapat meyeret wartawan keranah hukum UU ITE. Kendati tubuh berita tidak bersentuhan dengan judul berita.
Studi Pembelajaran (Stdi koperensif) wartawan Bukittinggi yang sudah di anggarakan Rp. 300 juta itu, sejauh ini belum terlihat penjadwalanya. Kendati sebagian wartawan ada yang menyebut kunjungan itu ke Batam dan Medan (Sumatera Utara).
Pada kesempatan yang sama. Erwin Umar menyebut kerjasama yang telah terbina selama ini akan terus berlanjut. Sebab pimpinan (Walikota Bukittinggi) berharap Komunikasi dengan wartawan agar lebih di intensifkan lagi.
“Artinya kalau selama ini, komunikasi rekan wartawan dengan Kepala Daerah terbatas, kedepan hal itu tidak terulang lagi”, ulasnya.
Dikatakan Kadis, karena setelah melalui perjuangan yang panjang. Kini pihaknya tidak terbelenggu lagi dengan administrasi keuangan.
“Kami kini sudah plooong, kalau sebelumnya administrasi keuangan Dinas Kominfo Bukittinggi, sebagian dikelola kamar sebelah. Kini 100% dikelola Dinas Kominfo”, tukas Kadis lega.
Disambungnya, kini kami sudah dapat mengatur belanja sendiri, tanpa adanya interfensi darin pihak lain.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bukittinggi, Drs. Martias Wanto, MM Dt. Maruhun, tidak menyangkal hal itu, termasuk pengangguran porsi berita kerjasama.
“Silahkan rekan-rekan konsultasikan dengan Kadis Kominfo, terkait porsi berita kerjasama termasuk penganggarannya”, ungkap Sekda.
Dilanjutkan Sekda, kita tidak lupa mengingatkan warga kota Bukittinggi, agar selalu waspada dan menjauh dari lokasi-lokasi yang berpotensi berbahaya. Sebab cuaca ektrim yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, rentan terhadap bahaya tanah longsor, pohon tumbang.
“Dalam kondisi cuaca ektrim saat ini, hindari lokasi-lokasi berpotensi berbahaya”, pungkasnya mengakhiri. (*)







