Bukittinggi, Marawa – Peringati hari kelahiran Bung Hatta ke 120 dan HUT RI ke 77 tahun 2022, Pemerintah kota Bukittinggi, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) gelar berbagai kegiatan.
Diantaranya, lomba mewarnai dengan tema Bung Hatta pada tanggal 9 hingga 11 Agustus 2022, lomba melukis pada tanggal 22 dan 23 Agustus, serta belajar bersama di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, 24 hingga 26 Agustus 2022.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Melfi Abra, didampingi Pamong Budaya Permuseuman Disdikbud, Beta Ayu Listyorini, menjelaskan, untuk lebih mendekatkan diri dengan sosok proklamator Bung Hatta, pihaknya rutin melaksanakan kegiatan edukasi pada masyarakat, terutama pelajar TK dan SD se Kota Bukittinggi.
Salah satu yang bisa diupayakan, bagaimana mereka dapat mengetahui secara bertahap sejarah Sang Proklamator Bung Hatta, yang lahir di Kota Bukittinggi.
“Salah satu usaha untuk mengenang salah seorang dari Proklamator Kemerdekaan Indonesia adalah dengan mengabadikan kehidupan dan penghidupannya. Usaha ini dilakukan berupa menghadirkan kembali suasana kehidupan masa lalunya melalui Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, ” ungkapnya.
Pada tahun 2022 ini, genap 120 tahun usia kelahiran Bung Hatta. Kegiatan yang pertama dilakukan, Lomba Mewarnai dengan tema Bung Hatta. Kegiatan ini dilaksanakan di Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, 9 hingga 11 Agustus 2022.
“Lomba diikuti 200 pelajar dari 50 TK se Kota Bukittinggi. Lomba mewarnai yang kami lakukan ini mengambil sifat sifat positif dari Bapak Bangsa (founding father) Bung Hatta terutama dalam menanamkan prinsip kejujuran sejak kecil dan ini dicerminkan dari melukis wajah Bung Hatta, ” jelas Melfi.
Sebagai Proklamator Kemerdekaan RI, bersama Soekarno dan memiliki integritas yang tinggi, Bung Hatta merupakan sosok nasionalis penuh keteladanan.
Bung Hatta adalah seorang tokoh pemimpin muslim yang mempraktikkan nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya. Antara lain tepat waktu, disiplin, jujur, sederhana, hemat merupakan sebagian kecil nilai Islami yang ada pada Bung Hatta.
Para putri Bung Hatta, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bukittinggi dalam mempertahankan keaslian dari Rumah kelahiran Bung Hatta.
Pamong Budaya Permuseuman Disdikbud, Beta Ayu Listyorini, menambahkan, untuk lebih mengenalkan sosok Bung Hatta pada pelajar se Kota Bukittinggi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, mengadakan kegiatan Belajar Bersama di Museum RKBH. Kegiatan ini dilaksanakan 23 hingga 25 Agustus 2022.
“Kegiatan belajar bersama di RKBH, diikuti oleh 100 pelajar SD dari 20 sekolah dasar negeri dan swasta se Kota Bukittinggi. Pembelajaran ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan para pelajar denagn sosok Bung Hatta yang semangat perjuangannya patut diteladani generasi muda, ” tambah Irin.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi yang memang menjadi tokoh muda yang dikenal sangat meneladani Bung Hatta, dipercaya menjadi salah satu narasumber pada webinar jejak pemikiran Bung Hatta dengan tema pejuang sederhana dan pemikir yang visioner. Kegiatan ini dilaksanakan melalui zoom meeting, dan diikuti Wako didampingi Kadiskominfo, Erwin Umar, di BCC, Sabtu 6 Agustus 2022.
Wali Kota Bukittingi menjelaskan pentingnya pemikiran Bung Hatta untuk dipedomani generasi muda. Perlu penguatan dari pemerintah pusat bahwa Bung Hatta memiliki peran penting bagi kemerdekaan Indonesia.
Banyak pemikiran dari Bung Hatta yang menjadikan Indonesia ini salah satu negara yang diperhitungkan di dunia. Seperti, pemikiran bidang perekonomian, politik, sosial budaya dan bidang lainnya. Ini yang kita harapkan kepada pemerintah pusat, bagaimana pemikiran Bung Hatta disampaikan pada generasi muda di setiap daerah di Indonesia ini, melalui program program yang terstruktur. Sehingga bangsa ini memiliki tokoh tokoh yang bisa memimpin bangsa ini dengan landasan pemikiran dan karakter yang kuat seperti Bung Hatta, ” ungkap Erman.
Sebagai sebuah rumah yang sarat dengan kandungan sejarah, secara umum rumah ini juga dapat menggambarkan dan menceritakan suasana masa lalu tentang teknologi pembangunan rumah, situasi dan kehidupan masyarakat masa lalu dan khususnya kehidupan keluarga besar Bung Hatta. Untuk masa yang akan datang, bangunan ini sangat berguna untuk misi pendidikan, sejarah serta objek wisata. (*)







