Lomba Baju Kurung Basiba di Koto Gadang, Suku Caniago Keluar Sebagai Juara 1

  • Whatsapp

Dharmasraya, Marawa- Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI (KemRI), Forum kerapatan adat nagari (Forkan) bersama pemerintah nagari koto gadang kecamatan koto Besar kabupaten Dharmasraya gelar lomba Baju Kuruang Basiba, senin (15/08/22) di kantor Walinagari setempat

Baju kuruang basiba, yang merupakan identitas pakaian adat perempuan Minangkabau, mulai hilang di kalangan generasi muda saat ini. Bahkan, perempuan saat ini jarang dan bahkan tidak pernah menggunakan dan mengetahui makna dari baju kuruang basiba.

salah satu niniak mamak dari suku Caniago Mira Yuscandra,Dt.parpatiah pada Marawapost.com, Senen (22/08/22) diruangan kerja

perlombaan Baju Kuruang Basiba,yang mewakili 8 suku yang ada dinagari ini tentang makna dari baju kuruang basiba. “Tidak pernah dilaksanakan dan kesempatan pada tahun ini bertepatan pada HUT Kemri ke 77,Forkan bersama pemerintah Nagari Koto gadang mengelar acara Lomba baju nasiba tersebut.

Untuk melawan lupa bagi masyarakat Sumatera barat  khususnya masyarakat nagari koto gadang sendiri akan  nilai-nilai adat dan budayanya dari Lomba baju kurung basiba tersebut.

penyelenggaraannya, meng­hadirkan perlombaan Baju Kuruang Basiba.yakni kategori de­wasa, ujarnya.

Alhamdulillah lomba pertama yang diselenggarakan ini Lomba baju kurung basiba,tiket tersebut dapat kita raih,dan menjadi kebanggaan tersendiri khususnya bagi kaum suku Caniago, tutupnya.

Terpisah  Perwakilan Bundo Kanduang ,Betti Erlinda, angkat bicara pada perlombaan tersebut  mengatakan, perlombaan dengan  mengingat kembali pakaian baju kurung basiba ini sangat bagus sekali dan patut untuk dipertahankan keberadaannya.

mengajak seluruh komponen masyarakat Minangkabau agar mempertahankan tentang nilai-nilai tradisi yang diwariskan nenek moyang kita. Mengenai baju kurung basiba ini.

Apalagi dengan era global saat ini,mulai tergerus dan hilang.masyarakat mulai mencari rujukan kebarat baratan dan  tidak pedoman kita  untuk melihat kembali milik kita dan tradisi dan kepunyaan kita sebagai orang Minang kabau,” ungkap Anggota Bamus ini. (Rahmat)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *