Bukittinggi, Marawa – Pemerintah Kota Bukittinggi gelar penyelenggaraan konsolidasi Bundo Kanduang se-Sumatra Baratcdi Balairung rumah Dinas Walikota, Senin (15/08/22).
Walikota Bukittinggi, Erman Safar mengatakan, selaku Payuang Panji Bundo Kanduang, kami mengapresiasi organisasi Bundo Kanduang yang telah memilih Kota Bukittinggi sebagai lokasi konsolidasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan informasi dan ilmu yang bisa diaplikasikan di tengah masyarakat.
“Organisasi Bundo Kanduang, mempunyai peran penting dalam mensukseskan program pemerintah, khususnya Kota Bukittinggi. Bundo Kanduang juga diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial kemasyarakatan”, katanya.
Disebutkannya, bundo kanduang diharapkan dapat memberikan ilmu kepada generasi muda tentang nilai adat budaya Minangkabau, kembali ke surau, melestarikan pakaian adat tradisi Minangkabau dan permainan anak nagari, mendidik anak dengan sopan santun dan pedoman Sumbang 12.
Diketahui, dua belas perilaku sumbang yang harus dihindari oleh wanita Minangkabau tersebut adalah (1) sumbang duduak, (2) sumbang tagak, (3) sumbang bajalan, (4) sumbang kato, (5) sumbang caliak, (6) sumbang makan, (7) sumbang pakai, (8) sumbang karajo, (9) sumbang tanyo, (10) sumbang jawek, (11) sumbang bagaua, dan (12) sumbang …
Khusus Bukittinggi, Pemko telah upayakan bagaimana melestarikan budaya adat Minangkabau melalui dunia pendidikan, dengan penambahan muatan lokal. Narasumbernya juga organisasi LKAAM dan Bundo Kanduang. Selain itu, kami juga membuat kebijakan untuk para pelajar dan pegawai, gunakan baju basiba bagi perempuan, baju guntiang cino untuk laki-laki, hari Kamis dan Jumat. Ini tujuannya tak lepas dari bagaimana meningkatkan penerapan adat dan budaya dalam kehidupan sehari hari.
Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Sumatra Barat, Prof. Putri Reno Raudah Thalib, menyampaikan penghargaan terima kasih pada Wali Kota dan Penasehat Bundo Kanduang Bukittinggi yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Konsolidasi organisasi ini dimulai sejak 2003 lalu. Tujuannya menambah wawasan yang terkandung dalam ABS SBK. Bagaimana informasi ini dapat dibagi kepada seluruh Bundo Kanduang di Sumatra Barat untuk diajarkan lagi kepada generasi muda.
Dijelaskannya, konsolidasi ini dapat merangkum berbagai persoalan di setiap daerah, untuk dicarikan solusi serta disampaikan langsung pada pemerintah daerah terkait persolan yang ada. (*)







