Permasalahan Pengadaan Hewan Kurban di Bukittinggi, Wawako Marfendi: Kita Serahkan Pada Yang Berwajib

  • Whatsapp

Bukittinggi, Marawa – Permasalahan hewan Qurban dibeberapa mesjid di Bukittinggi bersama penyalur hewan Kurban Aldi, Pemko Bukittinggi yang diwakili Waķil Walikota Bukittinggi, Marfendi memberikan pernyataan usai Paripurna di DPRD pada Senin(11/07/22).

Wawako, Marfendi mengatakan, kita sebagai negara hukum harus berlandaskan azas praduga tak bersalah kepada Aldi.

“Kita tidak tahu bagaimana kondisi Aldi saat ini, Apakah dia mau melarikan atau mungkin dia kecelakaan kita tidak tahu, kita serahkan semua masalah ini kepada yang berwajib, biarlah mereka yang menangani permasalahan ini sehingga jelas kasus hukumnya”, ucap Marfendi.

Disebutkannya,nanti kita bisa menilai apakah ini benar kesalahan atau mungkin ada hal-hal lain. Kepada Aldi, masih ada waktu sampai hari Rabu besok (13/07/22), kalau seandainya tidak ada masalah.

“Kepada Aldi, tolong serahkan diri apa sebenarnya yang terjadi, ” himbaunya kepada Aldi yang telah membuat ratusan warga resah karena ulahnya. Marfendi berpesan kepada Aldi agar dapat mendengar seruan ini agar bisa datang menyerahkan diri dan katakan apa yang sebenarnya terjadi, Jika memang ada solusi kita akan bantu carikan solusi.

Wawako menambahkan, selanjutnya kepada peserta Kurban kami berharap agar diberikakan keikhlasan hati, insya Allah pahala Kurban akan tetap sampai berdoalah, mudah-mudahan sampai Rabu masih ada solusinya, ” imbuhnya kepada peserta Kurban yang telah membeli Hewan Kurban ke Aldi. Dan untuk masyarakat yang sudah dapat kupon juga tetap berdoa mudah-mudahan Kurban ini masih bisa pada Rabu

“Terakhir kepada seluruh masyarakat jangan terlalu cepat mengambil keputusan, karena negara kita adalah negara hukum dan negara hukum memulai dengan praduga tak bersalah, ” himbaunya.

Jangan sampai meng-klaim, karena Aldi punya anak dan jangan sampai beban mental ini dibebankan kepada anak-anaknya, karena mereka tidak ada salah.

“Jangan dibesar-besarkan masalah ini kesana kemari seperti dikaitkan dengan ia kawan Wako, atau dengan anaknya atau istrinya, karena persoalan ini tidak ada hubungannya dengan anak maupun istrinya.ini adalah urusan personalnya”, ungkap  Wawako Bukittinggi itu. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *