Bukittinggi, Marawa – Harga tiket masuk seluruh objek wisata di kota Bukittinggi masih tarif yang lama, saat ini belum ada wacana atau kajian terhadap hal itu. kenaikan tiket masuk objek wisata berbayar terakhir adalah pada Tahun 2019 lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) kota Bukittinggi, Hendry, Kamis, (16/06/22) mengatakan, kami pastikan harga tiket masuk ke objek pariwisata di Bukittinggi masih dengan tarif yang lama.
“Belum lama ini dijelaskan, harga tiket masuk di Taman Marga Satwa Budaya Kinantan Bukittinggi (TMSBK) dan Taman Panorama Lobang Jepang belum ada kajian untuk menaikannya”, ujarnya.
Disebutkannya, belum ada kajian untuk dinaikkan, itu tidak bisa dilakukan saat ini mengingat TMSBK selain sebagai sumber pendapatan daerah juga kami wajib menjaga konservasi flora dan fauna sekaligus edukasi sejarah. Harga tiket di TMSBK dan Benteng Fort De Kock masih dengan harga tiket untuk anak-anak Rp20 ribu, Dewasa Rp25 ribu dan Turis Mancanegara Rp40 ribu.
“Untuk Objek Wisata Panorama Lobang Jepang masih dengan tarif untuk Anak Rp10 ribu, Dewasa Rp15 ribu dan Turis Mancanegara Rp20 ribu”, ucapnya lagi.
Ditambahkan Hendri, untuk menaikkan tarif retribusi harus membutuhkan kajian dan pertimbangan bersama, tidak bisa dilakukan tanpa pertimbangan secara menyeluruh. Kita prediksi akan ada peningkatan kualitas dari objek wisata khususnya TMSBK dan Benteng Fort De Kock tahun ini.
“Penambahan satwa diupayakan seperti unggas dan reptil, saat ini kami perlu harga pembanding dari pihak ketiga, revitalisasi akan dibuat Benteng Menyala hingga malam bisa dikunjungi, langkahnya dengan membenahi lampu penerangan, pemaksimalan teater yang sudah dibangun dan rencananya tahun ini selesai”, ungkapnya. (*)







