Melirik Pasar Pabukoan Tertua di Sitiung IV

  • Whatsapp

Dharmasraya, Marawa – Melirik pasar pabukoan (takjil) paling tertua untuk kawasan se-Sitiung IV terletak di Nagari Koto  Gadang Kec Koto Besar Dharmasraya. Sumber yang didapat, pasar ini sudah ada sejak tahun 2000, waktu itu masih wilayah Kabupaten Muaro Sijunjung. Pasar pabukoan ini Selama ramadan selalu ramai di kunjungi pembeli terletak persis dijalan poros nagari koto gadang ini.

Salah satu pedagang sate, Nursil mengatakan, awal mula adanya pasar bedug ini belum familiar oleh masyarakat, baru sekedar pedagang kecil yang biasa keliling kampung. Bertepatan tahun 2003 terjadilah pemekaran lepas dari kabupaten induk,menjadi kabupaten Dharmasraya saat ini.

Lelaki biasa disapa ajo ini, menceritakan panjang lebar bagaimana kisah nya sehingga bisa menjadi pasar bedug kebanggaan Nagari Koto gadang, Awal itu di ujung pasar sekarang ini lah pertama kali kita berdagang sate yang waktu itu kita bertiga berjualan disini yakni ibu Yat jualan es tebak dan penggulu pedangang martabak, area ini dulu masih semak yang ditumbuhi ilalang sekeliling, terangnya.

Katanya lagi, dari tahun ke tahun lokasi ini semakin bertambah orang yang juga ingin berdagang setiap tahunnya, sehingga sampai dibuatkan lapak untuk para pedangang,yang dikelola oleh Ibu PKK Nagari,sampai hari ini.

Pantauan Media Online Marawapost.com dilapangan, ada sekitar 80 stand yang berjejer rapi di sini, semuanya terisi pedagang banyak sekali tersedia menu takjil. Mulai dari aneka gorengan, Lotek, es tebu, cendol, kolak, serabi, sampai bakso bakar, hingga minuman menu yang sangat variatif, harga cukup terjangkau di pasar ini.

“Area Pasar cukup besar ini beragam pilihan menu, ayo dunsanak  kita belanja kepasar pabukoan ini”, timpal Maimunah warga Nagari Koto tinggi, Rabu (06/04/22).

Mengunjungi pasar ini tidaklah sulit, karena penghubung antara nagari yang ada  hanya 4-5 kilometer dari nagari tetangga seperti nagari koto Laweh, Nagari Koto ranah, maupun Nagari Koto tinggi.

“Bagi warga se Sitiung IV maupun Kabupaten Solok Selatan, rasanya tak ada yang tak mengenal pasar bedug ini, karena lokasinya persis berhadapan dengan kantor wali nagari Koto Gadang. Jalan penghubung hanya satu yang melewati pasar legendaris koto gadang ini. (Rahmad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *