Marawapost.com, Lubuk Basung — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah, Pengurus Mushalla Darul Abrar Batu Ponjong Cubadak, Jorong III Sangkir, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menggelar kegiatan Dikia Rabano, Minggu (20/09/2026).
Kegiatan tersebut diikuti jamaah dan masyarakat sekitar Mushalla Darul Abrar dengan suasana penuh khidmat. Sebelumnya, pada Sabtu malam, pengurus mushalla juga telah menggelar kegiatan wirid pengajian sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Dikia Rabano merupakan salah satu kesenian tradisional bernuansa Islam khas Minangkabau yang memadukan lantunan zikir dan pembacaan hikayat atau badikia, yang diiringi tabuhan alat musik rabano atau rebana.

Bagi masyarakat Lubuk Basung, khususnya, Dikia Rabano telah menjadi salah satu tradisi yang kerap dilaksanakan dalam berbagai kegiatan keagamaan, termasuk dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Ketua Mushalla Darul Abrar, Darwin, mengatakan kegiatan Dikia Rabano tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Dikia Rabano ini kita lakukan dalam rangka memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi. Pada kegiatan ini, peserta melantunkan zikir kepada Allah SWT dan memohon kepada Allah agar kita bisa menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW yang selalu menjalankan sunnahnya,” ujar Darwin.

Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi diharapkan dapat menjadi momentum bagi jamaah dan masyarakat untuk semakin mengenal, mencintai serta meneladani akhlak dan kehidupan Rasulullah SAW.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keagamaan dapat terus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat, terutama kepada generasi muda, sehingga tradisi keagamaan yang telah berkembang di tengah masyarakat tetap terpelihara.
Selain meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan Dikia Rabano juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarjamaah dan masyarakat di lingkungan Mushalla Darul Abrar.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap silaturahmi antarjamaah semakin kuat dan semangat masyarakat untuk memakmurkan mushalla juga semakin meningkat,” katanya.
Darwin menambahkan, keberadaan mushalla tidak hanya sebagai tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat. Karena itu, berbagai kegiatan seperti wirid pengajian dan peringatan hari besar Islam diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah melalui Dikia Rabano tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Lantunan zikir yang diiringi tabuhan rabano menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk menghidupkan kembali tradisi keagamaan Minangkabau sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Setelah Dikia Rabano dan Shalat Zuhur kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan jamaah dan masyarakat setempat.
Melalui peringatan tersebut, jamaah dan masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat mengambil hikmah dan meneladani sunnah serta akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (RieL)







