Marawapost.com, Agam – Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian menyalurkan bantuan sebanyak 22,7 ton benih jagung kepada 181 kelompok tani yang tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas jagung sekaligus membantu petani memulihkan produktivitas lahan pertanian yang terdampak bencana.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan, bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga produktivitas pangan di daerah.
Menurutnya, pengembangan tanaman jagung memiliki peluang yang cukup besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.
“Pengembangan tanaman jagung memiliki peluang yang cukup besar untuk memberikan manfaat bagi petani. Selain mendukung ketersediaan pangan, peningkatan produksi jagung juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian,” ujar Heri Prasetyo Wibowo kepada media ini, Senin (07/09/26).
Ia menjelaskan, bantuan benih tersebut diberikan secara gratis kepada petani. Selain untuk mendorong pengembangan tanaman jagung, bantuan juga diarahkan kepada petani yang tengah melakukan pemulihan lahan pascabencana.
Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan dapat kembali mengolah lahan yang terdampak dan meningkatkan produktivitas pertanian secara bertahap.
Heri menyebutkan, benih jagung yang disalurkan kepada kelompok tani merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia. Total nilai bantuan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp500 juta.

Adapun jenis benih jagung yang diberikan kepada petani adalah varietas Betras 10.
“Bantuan ini tidak hanya diarahkan untuk pengembangan tanaman jagung pada lahan pertanian reguler, tetapi juga ditujukan untuk membantu petani yang lahannya mengalami kerusakan akibat bencana alam,” katanya.
Menurut Heri, dukungan terhadap lahan pertanian yang terdampak bencana sangat diperlukan agar kegiatan pertanian masyarakat dapat kembali berjalan.
Ia berharap bantuan benih tersebut dapat menjadi salah satu stimulus bagi petani untuk kembali mengolah lahan sekaligus meningkatkan hasil produksi.
“Selain untuk pengembangan tanaman jagung, lahan pertanian yang terdampak bencana memang membutuhkan dukungan. Karena itu, kami berharap bantuan ini bisa membantu meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya.
Lebih lanjut dikatakannya, peningkatan produksi jagung tidak hanya memberikan manfaat bagi petani, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Apabila produktivitas meningkat, kata Heri, pasokan komoditas jagung di daerah akan semakin kuat. Pada saat yang sama, kondisi tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Namun demikian, Heri menegaskan bahwa keberhasilan program bantuan tersebut tidak hanya ditentukan oleh proses penyaluran benih kepada kelompok tani.
Penggunaan benih secara tepat dan sesuai dengan anjuran menjadi faktor penting agar bantuan pemerintah benar-benar memberikan hasil yang dapat dirasakan oleh petani.

“Karena itu, bantuan benih tidak berhenti pada persoalan distribusi. Pemanfaatan benih oleh kelompok tani menjadi bagian penting agar bantuan tersebut benar-benar memberikan hasil bagi petani dan daerah,” ujarnya.
Untuk memastikan bantuan dimanfaatkan secara optimal, Dinas Pertanian Kabupaten Agam juga menyiapkan pendampingan bagi kelompok tani penerima manfaat.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui tenaga penyuluh pertanian yang bertugas di lapangan. Para penyuluh akan membantu kelompok tani dalam pemanfaatan benih serta memberikan pendampingan terkait pengelolaan tanaman agar bantuan yang diberikan dapat menghasilkan produksi secara maksimal.
Dengan adanya bantuan benih jagung dan pendampingan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam berharap pengembangan komoditas jagung dapat terus meningkat, sekaligus mempercepat pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terdampak bencana.
Program ini diharapkan tidak hanya mampu mengembalikan produktivitas lahan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat petani di Kabupaten Agam.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan komoditas jagung sekaligus membantu pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana alam.
Fungsional Analis Ketahanan Pangan Distan Agam, Miswarni, mengatakan bantuan benih jagung secara keseluruhan menyasar lahan pertanian seluas sekitar 1.516 hektare.
“Setiap hektare lahan mendapatkan alokasi benih jagung sebanyak 15 kilogram. Benih ini kami salurkan secara langsung kepada kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan,” ujar Miswarni.

Dijelaskannya, dari total lahan yang menjadi sasaran program tersebut, sekitar 467 hektare merupakan lahan pertanian yang terdampak bencana alam. Untuk lahan tersebut, pemerintah menyalurkan benih jagung sebanyak 7.140 kilogram.
Sementara itu, bantuan juga diberikan untuk lahan pertanian reguler dengan luas sekitar 1.040 hektare, dengan jumlah benih yang disalurkan mencapai 15.600 kilogram.
“Bantuan untuk lahan yang terdampak bencana antara lain disalurkan ke wilayah Palembayan, Tanjung Raya, Tanjung Mutiara, Malalak dan Matur,” jelasnya.
Sedangkan untuk lahan pertanian reguler, bantuan benih jagung disalurkan di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Lubuk Basung, Palembayan, Tilatang Kamang dan Palupuh.
Miswarni berharap benih yang telah diterima kelompok tani dapat segera dimanfaatkan dan ditanam sesuai dengan kondisi lahan serta jadwal budidaya yang telah direncanakan.
Menurutnya, pengembangan tanaman jagung tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menjadi salah satu langkah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana.
“Dengan selesainya penyaluran ini, kami berharap bantuan benih dapat segera dimanfaatkan oleh kelompok tani. Pengembangan tanaman jagung diharapkan tidak hanya membantu pemulihan lahan pascabencana, tetapi juga mendorong peningkatan produksi dan memperkuat aktivitas ekonomi petani di Kabupaten Agam,” katanya.
Program bantuan benih jagung tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap produktivitas lahan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Agam. (RieL)







