Sejarah Baru Pendidikan Pasaman, 71 Sekolah Terima Dana Revitalisasi Rp42 Miliar

  • Whatsapp

Marawapost.com, PASAMAN — Komitmen memajukan pendidikan di Kabupaten Pasaman bukan lagi sekadar janji. Bukti nyatanya kini berdiri kokoh dan sedang dikerjakan di 71 titik sekolah.

Tahun Anggaran 2026 menjadi sejarah baru bagi dunia pendidikan Pasaman. Di bawah kepemimpinan *Kepala Dinas Pendidikan Muslim, S.Pd., M.Pd.*, Pemkab Pasaman berhasil mengamankan dan menyalurkan dana revitalisasi sarana prasarana pendidikan dengan nilai *fantastis: lebih dari Rp42 miliar*.

Bacaan Lainnya

Ini merupakan alokasi terbesar dan terbanyak sepanjang sejarah pembangunan infrastruktur pendidikan di daerah berjuluk Ranah Bundo Kanduang itu.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Pasaman, tahap pertama tahun ini *52 sekolah* sudah dipastikan menerima bantuan revitalisasi. Rinciannya:

– *PAUD: 17 sekolah*

– *SD: 24 sekolah*

– *SMP: 11 sekolah*

Gebrakan belum berhenti. Dalam waktu dekat, *19 SD tambahan* akan menyusul menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) revitalisasi.

Dengan penambahan itu, total sekolah penerima manfaat tahun 2026 mencapai *71 sekolah* — tersebar dari pelosok hingga pusat kota.

“Angka ini pecah rekor. Belum pernah dalam satu tahun anggaran, penanganan rehab dan pembangunan baru dilakukan secara masif dan serentak sebanyak ini,” ujar Muslim saat dikonfirmasi, Kamis (28/8).

Muslim menegaskan, capaian ini adalah hasil dari kerja sistematis. Tim Dinas Pendidikan disebutnya bekerja ekstra untuk membaca peluang anggaran, melengkapi administrasi, dan membangun komunikasi intens dengan Kemendikdasmen, Pemerintah Provinsi, serta DPRD Pasaman.

“Kami tidak bekerja sendiri. Ini buah kolaborasi. Tapi kuncinya adalah kesiapan data dan keseriusan kita menjemput bola,” tegasnya.

Lebih dari itu, Muslim menyebut keberhasilan fisik senilai puluhan miliar ini sekaligus menjadi jawaban telak atas tudingan dan opini negatif yang menyebut Dinas Pendidikan tidak bekerja.

“Biarkan hasil kerja yang berbicara. Anak-anak kita berhak dapat ruang belajar yang layak,” lanjutnya.

Bagi Muslim, gedung megah dan perabot baru hanyalah sarana. Tujuan utamanya satu: meningkatkan mutu pendidikan.

“Kami berharap seluruh proses revitalisasi ini berjalan baik, tepat mutu, dan tepat waktu. Muara akhirnya adalah untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan anak-anak kita di Kabupaten Pasaman,” ujarnya.

Dengan 71 sekolah yang akan dibenahi, Dinas Pendidikan Pasaman menargetkan tidak ada lagi siswa yang belajar di ruang kelas rusak, bocor, atau tidak layak pakai pada akhir 2026.

Langkah besar ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mencetak generasi Pasaman yang cerdas, berdaya saing, dan siap menyongsong masa depan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *