Sekda Agam Salurkan Bantuan Non Tunai dari PMI Pada Masyarakat Terdampak Bencana di Agam

  • Whatsapp

Marawapost.com, Agam – Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Muhammad Lutfi AR, menyalurkan bantuan non tunai dari Palang Merah Indonesia (PMI) kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, di Aula Kantor Bupati, Jumat (13/03/26).

Bantuan ini diberikan kepada 544 kepala keluarga (KK) yang tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Mutiara, Palembayan, Tanjung Raya, Matur, dan IV Koto. Setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp1 juta yang proses pencairannya dilakukan melalui Kantor Pos.

Dalam sambutannya, Sekda Agam Muhammad Lutfi AR menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada PMI atas berbagai bentuk bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Kabupaten Agam sejak terjadinya bencana hingga saat ini.

Menurutnya, dukungan PMI sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan yang diberikan PMI sangat berarti bagi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana, pemerintah daerah tidak sendiri. PMI bersama berbagai lembaga kemanusiaan lainnya turut hadir membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh masyarakat penerima, serta menjadi penyemangat bagi mereka untuk bangkit kembali dan memulihkan kondisi perekonomian keluarga pascabencana.

“Kami berharap bantuan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah musibah yang terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PMI, Hidayatul Irwan, menjelaskan bahwa program bantuan non tunai ini merupakan bagian dari program bantuan kemanusiaan PMI yang disalurkan secara serentak di tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Bantuan ini bersumber dari dana kemanusiaan yang dihimpun PMI dari masyarakat di seluruh Indonesia, bahkan dari para donatur di luar negeri. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang telah memberikan dukungan serta memfasilitasi PMI dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat korban bencana di daerah tersebut.

Selain menyalurkan bantuan non tunai, PMI juga berencana membangun program Rumah Tumbuh bagi masyarakat terdampak bencana yang belum terdata dalam program bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Rumah tersebut akan dibangun di atas lahan milik penerima dengan syarat berada di lokasi yang aman dan tidak termasuk dalam kawasan rawan bencana.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal agar kembali memiliki hunian yang layak dan aman untuk ditempati. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *