Marawapost.com, Lubuk Basung – Dalam mengarungi kehidupan pada zaman sekarang ini, masyarakat harus pandai berinovasi untuk memenuhi kebutuhan hidup, terutama dibidang ekonomi dan sosial serta bidang – bidang lainnya.
Terkait hal tersebut, Supnedi St. Sari Mudo warga Parik Rantang Hilia RK III Jorong Sangkir Nagari Lubuk Basung Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Sumatera Barat berupaya untuk mengembangkan usahanya dibidang peternakan.
“Sebelumnya saya merantau di Tangerang Banten, karena sudah mulai tua saya mengambil keputusan untuk pulang kampung dan berusaha di kampung halaman”, ucap Supnedi yang akrab dipanggil dengan Sutan Mudo ketika diwawancarai media online marawapost.com di lokasi usahanya, Jum’at (27/12/24).
Dikatakan Sutan Mudo, agar kita bisa hidup dan betah di kampung, saya mencari usaha atau kegiatan. Kemudian saya melihat peluang usaha untuk beternak ayam kampung petelor dan pedaging dengan bibit unggul balik bantan yang sudah diakui Dinas Peternakan.

“Awal saya melakukan usaha ini dengan membeli bibit ayam balik bantan dari orang lain, namun seiring dengan berjalannya usaha ini, saya kemudian membeli mesin penetas telor, Alhamdulillah, ayam yang ada saat ini adalah hasil dari telor ayam ternak saya yang ditetaskan”, ujar Sutan Mudo.
Jika kita ketergantungan membeli bibit (anak ayam) kata Sutan Mudo, maka modal kita akan besar, namun jika bibit ayam ini dari hasil yang kita tetaskan sendiri, maka modal bibit ayam itu akan berkurang secara kalkulasi.
“Proses penetasan telor ayam berlangsung selama 20 hari lebih kurang dengan tetap kita monitor perkembangan embrionya. Kapasitas mesin tetas yang saya miliki ini menampung 300 butir telor ayam, Alhamdulillah persentase hasil dari penetasan mencapai 80 persen”, tutur Sutan Mudo lagi.
Kemudian lanjut Sutan Mudo, hasil dari tetasan mesin yang saya lakukan tersebut, sebagian nanti dijual kepada peternak lainnya. Ini berlangsung secara berkesinambungan. Setelah telor ayam itu menetas, kemudian kita menyiapkan lagi telor yang baru untuk ditetaskan.

“Jadi kita tidak hanya menjual ayam pedaging (ayam yang sudah besar) saja, namun juga menjual bibitnya (ayam kecil)”, tukas Sutan Mudo yang dikabarkan sebentar lagi akan menjadi seorang Niniak Mamak.
Saat ini, kandang ayam saya berjumlah 12 petak, satu petaknya berisi 30 ekor ayam. Jumlah ayam saya pada saat ini sebanyak 250 ekor mulai dari yang kecil sampai yang besar.
Sebagai peternak pemula di Nagari Lubuk Basung sambung Supnedi, saya berharap kepada pihak Pemerintah Nagari maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Agam agar dapat memberikan perhatian atau bantuan kepada kami para pelaku usaha khususnya dibidang peternakan.
“Karena keterbatasan ekonomis, yang jadi kendala bagi kami adalah dalam pembelian vaksin ayam dan juga makanan ayam, jadi sekali lagi kami sangat berharap agar Pemerintah melalui dinas terkait dapat memberikan bantuan untuk mengembangkan usaha ini”, ungkap Sutan Mudo mengakhiri. (RieL)







