Lepas Tanggung Jawab Dari Orang Tua, Seorang Anak Laki-laki Ditemukan Terlantar

  • Whatsapp

Marawapost.com, Dharmasraya – Sungguh malang nasib seorang anak laki laki yang bernama fahri Seharus nya anak seusia ini masih duduk di bangku pendidikan dan menikmati kasih sayang dari ke dua orang tua,tapi malang dan sangat prihatin nasib yang di tanggung oleh fahri baru berusia 8 tahun.

Kedua orang tuanya lepas tanggung jawab kepada dirinya,
Jum, at pagi (19/07/24) warga nagari sikabau kecamatan Pulau punjung menemukan anak yang terlantar di jorong parit tarajak kenagarian sikabau kabupaten Dharmasraya tepat nya di depan SPBU nagari sikabau. karna kasihan warga yang menemukan fahri memberi fahri makanan, setelah itu warga menghubungi dinas sosial untuk membantu anak terlantar tersebut.

Kepala dinas dinsosP3aPPKB kabupaten Dharmasraya martin efendi S. HuT, MM melalui kepala bidang RPPJS kamel muhamad SPd saat di konfirmasi media mengatakan. Benar kami dari dinas sosial telah mendapatkan informasi dari masyarakat nagari sikabau bahwa ada di temukan anak terlantar pada hari Jum,at 19/07/24.

Kemudian kami langsung bergerak ke lokasi, ternyata benar anak ini bernama fahri umur delapan tahun, dan kami coba mencari keberadaan orang tua fahri ini, dan kami mendapatkan informasi tentang keberadaan orang tua anak yang malang ini.

Setelah kami menghubungi orang tua fahri ini, orang tua nya malah ngak mau menjemput anak nya, kata ibu nya hubungi bapak nya, kami hubungi bapak nya, hubungi ibu nya, jadi ke dua orang tua dari fahri ini lepas tanggung jawab. rupanya ke dua orang tua fahri ini sudah bercerai dan sekarang ke dua orang tua nya sudah menikah lagi dengan yang lain, dan mengakibatkan anak yang jadi korban.

Di tambahkan kamel, fahri ini untuk sementara sudah kita tempatkan di rumah aman dinas sosial kabupaten Dharmasraya dan kalau orang tua fahri ini tidak mau menjemput, rencana anak ini kita titip di salah satu panti asuhan yang berada di pekan baru provinsi Riau.

Kamel berharap kedepannya ini menjadi pelajaran bagi orang tua yang lain khusus di kabupaten Dharmasraya ini, jangan karna ulah kita sebagai orang tua, anak menjadi korban nya.pungkas nya. (Ali04)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *