{"id":9572,"date":"2023-01-13T23:04:37","date_gmt":"2023-01-13T23:04:37","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=9572"},"modified":"2023-01-13T23:04:38","modified_gmt":"2023-01-13T23:04:38","slug":"terkait-penanganan-bencana-dprd-sumbar-kunjungi-bpbd-agam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=9572","title":{"rendered":"Terkait Penanganan Bencana, DPRD Sumbar Kunjungi BPBD Agam"},"content":{"rendered":"\n<p>Marawapost.com, Agam &#8211; Panitia Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Agam, Jumat (13\/01\/23).<\/p>\n\n\n\n<p>Rombongan legislator DPRD Provinsi Sumatera Barat itu menyambangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam.<\/p>\n\n\n\n<p>Anggota Komisi IV DPRD Sumbar, Nurfirmanwan Syah mengatakan, kunjungannya ke Kabupaten Agam ini dalam rangka mendengarkan masukan ihwal penanggulangan bencana di daerah itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKedatangan kami kali ini dalam rangka membuat Perda Penanggulangan Bencana. Kami ingin mendengarkan masukan BPBD Agam terkait penanganan bencana,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, peraturan tentang Penanggulangan Bencana ini merupakan kebutuhan mendesak Provinsi Sumatera Barat. Pasalnya, tingkat kebencanaan di Sumatera Barat lebih tinggi dibandingkan Negara Jepang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenurut narasumber kami, tingkat bencana di Sumbar lebih besar dibandingkan Jepang. Sehingga keberadaan perda ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Kabupaten Agam katanya lagi, merupakan daerah di Sumatera Barat yang kerap terjadi bencana. Kekinian erupsi Gunung Marapi yang masih berlangsung sampai saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk itu kami ingin mengetahui bagaimana penanggulangan bencana di Agam sekaligus meminta masukan untuk Perda yang mudahan-mudahan dalam satu bulan kedepan bisa diselesaikan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Nurfirmanwan juga berpandangan bahwa penanggulangan bencana di Kabupaten Agam membutuhkan dukungan banyak pihak.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut legislator PKS ini, Agam memiliki kontur bumi kompleks yang ketika terjadi bencana membutuhkan penanggulangan yang serius.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAgam punya laut, gunung, topografinya ada yang tinggi-tinggi, lurah dan bukit, apalagi beberapa waktu lalu ada erupsi tentu ini perlu adanya dukungan dalam penanggulangan bencana,\u201d tutur Nufirmanwan.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia mengungkapkan Provinsi Sumatera Barat merupakan daerah yang potensi bencananya lebih tinggi dibandingkan provinsi lain.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu pihaknya terus mendorong kepala daerah di kabupaten dan kota untuk menganggarkan dana penanggulangan bencana.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita mendorong kabupaten dan kota juga menyediakan dana untuk BPBD-nya. Sehingga jangan tiba-tiba nanti terjadi musibah, tsunami, gempa, banjir, longsor dana tidak tersedia,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito saat menerima kunjungan itu mengatakan, pihaknya telah memiliki tim kajian cepat kebencanaan yang melibatkan banyak stakeholder.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk penanggulangan bencana di Agam sudah ada tim kajian cepat dimana setiap kejadian kebencanaan sudah ada SOP penanganannya. Agam juga sudah ada Perda Penanggulanan Bencana yakni Perda Nomor 16,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bambang menyampaikan, pihaknya menyambut baik perda yang tengah digodok di DPRD provinsi. Ia berharap perda tersebut nantinya dapat memotivasi kinerja penanggulangan bencana di daerah itu.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami menyambut baik dan berharap perda ini bisa menyemangati kita di daerah dan melindungi personil yang bertugas dilapangan,\u201d ungkapnya. (*)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost.com, Agam &#8211; Panitia Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penanggulangan Bencana Provinsi Sumatera Barat melakukan&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9574,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-9572","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agam"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9572","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=9572"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9572\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9575,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/9572\/revisions\/9575"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/9574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=9572"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=9572"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=9572"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=9572"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}