{"id":4979,"date":"2022-03-21T23:03:00","date_gmt":"2022-03-21T23:03:00","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=4979"},"modified":"2022-03-21T23:56:45","modified_gmt":"2022-03-21T23:56:45","slug":"masyarakat-harapkan-penambangan-pondok-kapur-bukit-tui-kembali-di-aktifkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=4979","title":{"rendered":"Masyarakat Harapkan Penambangan Pondok Kapur Bukit Tui Kembali di Aktifkan"},"content":{"rendered":"\n<p>Padang Panjang, Marawa \u2013 Masyarakat Padang Panjang sangat mengharapkan Penambangan Pondok Kapur kembali dibangun dibukit Tui, tentunya ini membutuhkan keseriusan berbagai pihak terkait dan Pemerintah Kota Padang Panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>Terkait dengan hal ini Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar rapat bersama Komisi 1 DPRD Kota Padang Panjang. Dalam rapat tersebut menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya Pemerintah Kota dan Anggota DPRD sepakat turun kelokasi penambangan pondok kapur di Bukit Tui.<\/p>\n\n\n\n<p>Wakil Ketua DPRD Kota Padang Panjang, Imral, SE, Senin (21\/03\/22) mengatakan pada media online marawapost.com, pada tahun 1980 \u2013 1990 an sudah pernah dilakukan penambangan pondok kapur di Bukit Tui ini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cRencananya penambangan pondok kapur di Bukit Tui mempunyai daerah yang cukup luas, yakni 368 Hektar\u201d, ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakannya, sejak keluarnya perda Nomor 2 rtrw 2013, penambangan pondok kapur yang pernah dilakukan dahulu terhenti karena dikawatirkan akan terjadi lonsor, namun setelah dilakukan penelitian kembali oleh pihak terkait, sangat tipis terjadinya lonsor dilokasi tersebut.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"300\" height=\"170\" src=\"https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/6bacd745-6fb3-4d54-b2c8-409984777da5-300x170.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-4982\" srcset=\"https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/6bacd745-6fb3-4d54-b2c8-409984777da5-300x170.jpg 300w, https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2022\/03\/6bacd745-6fb3-4d54-b2c8-409984777da5-200x112.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>\u201cSekarang telah ada perubahan perda nomor 2 rtrw tahun 2013 tersebut, mudah-mudahan masyarakat bisa melakukan kembali penambangan pondok kapur di Bukti Tui\u201d, ungkap Imral.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat disekitar lokasi, TY mengatakan penambangan bukit tui ini merupakan penambangan satu-satunya yang ada di Kota Padang Panjang. Dari penambangan ini kami bisa hidaup mencari nafkah.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSetelah penambangan pondok kapur terhenti dulu, masyarakat sempat kewalahan untuk mencari profesi baru dalam menghidupi keluarganya, ada yang ngojek, ada yang &nbsp;jualan dan lain sebagainya\u201d, uals TY.<\/p>\n\n\n\n<p>Disebutkan TY, kami atas nama masyarakat sangat mengharapkan penambangan pondok kapur bukit tui ini bisa di aktifkan kembali, karena ini sangnat membantu untuk kelansungan hidup kami.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKepada Pemerintah Kota Padang Panjang dan DPRD Kota Padang Panjang kami sangat berharap penambangan pondok kapur di&nbsp; Bukit Tui di aktifkan lagi, dan kami mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah memperjuangkan pengaktifan kembali penambangan ini\u201d, pungkasnya mengakhiri. (Riski)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Padang Panjang, Marawa \u2013 Masyarakat Padang Panjang sangat mengharapkan Penambangan Pondok Kapur kembali dibangun dibukit&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4981,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[14],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-4979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-padang-panjang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4979","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4979"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4983,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4979\/revisions\/4983"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4981"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4979"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=4979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}