{"id":487,"date":"2021-04-09T15:26:56","date_gmt":"2021-04-09T08:26:56","guid":{"rendered":"https:\/\/buletinsumbar.com\/?p=487"},"modified":"2021-05-20T23:29:17","modified_gmt":"2021-05-20T23:29:17","slug":"ciptakan-karya-ikonik-lubuk-basung-minanghana-fashion-bakal-gelar-pelatihan-membatik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=487","title":{"rendered":"Ciptakan Karya Ikonik Lubuk Basung, Minanghana Fashion Bakal Gelar Pelatihan Membatik"},"content":{"rendered":"\n<p>Agam, Marawa &#8211; Minanghana Fashion, salah satu brand usaha fashion di Lubuk Basung bakal menggelar pelatihan membatik khas Minang, pada Minggu (18\/4) mendatang.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain ingin menciptakan karya ikonik Lubuk Basung, pelatihan tersebut sekaligus sebagai penjaringan keanggotaan kelompok membatik di daerah setempat.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemilik Minanghana Fashion, Nadia Hidayani mengungkapkan, saat ini di Kabupaten Agam, khususnya di Lubuk Basung belum ada karya batik yang ikonik. Padahal, menurutnya Kabupaten Agam memiliki banyak kearifan lokal yang bisa diekspresikan menjadi karya batik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaat ini di Lubuk Basung sendiri belum ada batik khas. Sebenarnya kita punya banyak ikon yang bisa dituangkan ke batik seperti harimau, tugu simpang tiga, danau, dan sebagainya,\u201d ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat (09\/04).<\/p>\n\n\n\n<p>Dilatarbelakangi kondisi tersebut, dirinya merasa tertantang untuk menciptakan karya batik khas Minang yang menggambarkan corak Lubuk Basung.<\/p>\n\n\n\n<p>Untuk itu, melalui Minanghana Fashion, dirinya bakal melatih sejumlah masyarakat yang memiliki ketertarikan dengan dunia membantik.<\/p>\n\n\n\n<p>&nbsp;\u201cSebelum ada produk ikonik, diperlukan sebuah kelompok membantik terlebih dahulu, nah sebelum terbentuk kelompok itu, perlu kiranya batiknya dibumikan dulu ke masyarakat, salah satunya dengan pelatihan membantik yang akan digelar ini,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Disebutkan lebih lanjut, pelatihan membatik tersebut sekaligus menjaring orang-orang yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap batik. Mereka yang nantinya bertahan, imbuh Nadia, nantinya akan menjadi bagian dari kelompok membatik di Lubuk Basung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSaya melihat membatik ini sangat berpeluang dijadikan usaha yang menjanjikan, harapan terbesarnya adalah menjadikan Lubuk Basung sebagai sentra penghasil batik,\u201d sebut alumnus Tata Busana Universitas Negeri Padang (UNP) itu.<\/p>\n\n\n\n<p>Ditambahkan, pelatihan membantik khas Minang tersebut bakal dilaksanakan pada Minggu (18\/4) mendatang. Peserta pelatihan tidak dibatasi usia dan jenis kelamin. Setiap peserta yang ikut pelatihan dikenakan biaya Rp100 ribu per orang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPeserta nantinya tinggal langsung latihan, alat dan kebutuhan sudah kami sediakan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua UMKM Kecamatan Lubuk Basung, Fitri Amrina menyambut baik pelatihan yang bakal digelar Minanghana Fashion. Menurutnya pelatihan tersebut bakal menciptakan jenis usaha baru di Lubuk Basung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni bidang usaha baru di Lubuk Basung, sehingga saya melihat membatik ini bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dibenarkan bahwa belum ada produk batik yang menjadi ikonik di Lubuk Basung. Jika digarap dengan serius, imbuhnya, usaha membantik ini juga dapat menjadi pendukung sektor penting lainnya di Lubuk Basung.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cIni juga akan menyokong pemerintah daerah dalam upaya promosi wisata, sehingga secara tidak langsung membantu visi daerah menjadi Kabupaten Agam yang lebih maju di segala lini,\u201d ujarnya. (RN)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agam, Marawa &#8211; Minanghana Fashion, salah satu brand usaha fashion di Lubuk Basung bakal menggelar&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":488,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-487","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agam"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1010,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/487\/revisions\/1010"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=487"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}