{"id":32057,"date":"2026-04-22T14:27:41","date_gmt":"2026-04-22T14:27:41","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=32057"},"modified":"2026-04-22T14:27:41","modified_gmt":"2026-04-22T14:27:41","slug":"ketua-tp-pkk-kota-payakumbuh-eni-muis-zulmaeta-sampaikan-sampah-di-kelola-dengan-baik-bisa-melahirkan-nilai-ekonomi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=32057","title":{"rendered":"Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Muis Zulmaeta Sampaikan, &#8220;Sampah Di Kelola Dengan Baik Bisa Melahirkan Nilai Ekonomi&#8221;."},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Marawapost.com<\/strong><\/em>, <strong>Payakumbuh<\/strong> \u2014 \u201cSampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia bisa melahirkan nilai ekonomi.\u201d<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kalimat itu terlontar lugas dari ketua TP-PKK Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta saat memulai perbincangan di kediamannya, Selasa (21\/04\/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di momen yang identik dengan refleksi perjuangan perempuan Indonesia, Eni memilih menghadirkan tafsir berbeda. Bukan sekadar wacana emansipasi, melainkan langkah kongkrit yang menyentuh ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di Payakumbuh, gagasan tentang pemberdayaan perempuan kini tumbuh dari hal yang kerap dianggap sepele: sampah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di tangan perempuan-perempuan kreatif, limbah yang sebelumnya menjadi beban berubah menjadi produk bernilai guna dan bernilai jual.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aktivitas ini tidak hanya membantu mengurangi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka ruang ekonomi baru bagi keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cYang sudah ada harus kita maksimalkan. Produksi ditingkatkan, kualitas dijaga, dan jangkauan pemasaran diperluas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Langkah itu berkembang lebih jauh melalui inovasi pengolahan sampah organik menjadi budidaya maggot. Namun, Eni tidak berhenti pada praktik umum yang hanya menghasilkan kompos.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cTerdengar biasa, sampah organik jadi maggot lalu kompos. Tapi yang tidak biasa, kita jadikan juga sebagai pakan ternak unggas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Program tersebut mulai digagas di kawasan Mancang Labu, Kelurahan Payobasung, Payakumbuh Timur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Larva dari pengolahan sampah organik dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ayam yang lebih murah, namun tetap memiliki kandungan gizi tinggi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut Eni, persoalan utama peternak skala kecil selama ini terletak pada biaya pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total operasional. Kenaikan harga pakan konvensional semakin memperberat kondisi tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDi sinilah peluangnya. Sampah organik rumah tangga bisa kita olah menjadi pakan alternatif yang lebih ekonomis,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menjelaskan, dengan ketersediaan pakan mandiri, keluarga didorong untuk mulai beternak ayam secara sederhana namun terkelola baik, baik untuk produksi telur maupun daging. Dari sinilah rantai ekonomi baru terbentuk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDari satu kegiatan, bisa lahir banyak manfaat. Lingkungan bersih, ekonomi bergerak, dan masyarakat lebih mandiri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Tidak hanya berhenti pada sampah organik, Eni juga mengulas pengolahan sampah anorganik yang bisa dimanfaatkan menjadi paving blok.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Produk ini dinilai mampu menjawab dua persoalan sekaligus: pengurangan limbah dan penciptaan peluang usaha.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cIni bukan hanya soal lingkungan, tapi juga membuka lapangan usaha baru,\u201d kata Eni.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, pemberdayaan perempuan juga diperkuat melalui sektor UMKM, khususnya kerajinan tangan merajut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Melalui kelompok dasawisma, perempuan-perempuan di Payakumbuh dilatih menghasilkan produk tekstil seperti tas, dompet, hingga pakaian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Hasilnya tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga membangun kepercayaan diri.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bahkan, pada 2025, TP PKK Kota Payakumbuh menjalin kerja sama dengan The Sak untuk memproduksi 1.000 pouch per bulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Diketahui, The Sak adalah brand tas dan aksesori fashion asal AS yang terinspirasi oleh kerajinan tangan tradisional Bali.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Produk rajutan tersebut memadukan sentuhan budaya lokal dengan gaya santai khas California.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cAlhamdulillah, beberapa pengrajin sudah meraup omzet hingga puluhan juta rupiah, dan produknya sudah merambah mancanegara,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bagi Eni, spirit Kartini hari ini menemukan bentuknya dalam tindakan nyata. Dari rumah-rumah sederhana, perempuan mulai membangun usaha mandiri dan berkontribusi pada ekonomi keluarga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Rantai ekonomi yang terbentuk mulai dari pengolahan sampah, budidaya maggot, hingga sektor peternakan dan kerajinan, menciptakan efek berantai yang menggerakkan masyarakat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menilai, jika dikelola secara konsisten, Payakumbuh berpeluang menjadi salah satu daerah pemasok kebutuhan ayam bagi wilayah sekitarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun lebih dari itu, yang ingin dibangun adalah kesadaran kolektif bahwa perubahan dapat dimulai dari hal kecil.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPerempuan tidak boleh hanya jadi penonton perubahan. Kita harus jadi penggerak, mengubah yang sederhana menjadi bernilai, menghidupkan yang terabaikan menjadi kekuatan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Di Payakumbuh, makna itu jelas terlihat. Dari sampah yang diolah, dari benang yang dirajut, hingga dari langkah kecil di ruang domestik\u2014semuanya bergerak menuju satu tujuan: kemandirian.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dan seperti cahaya yang dahulu diperjuangkan Kartini, kekuatan itu kini hidup dalam karya dan tindakan perempuan-perempuan yang memilih untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga bergerak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDari hal yang sering diabaikan, kita belajar memberi makna dan dari tangan yang tulus bekerja, perubahan perlahan menemukan jalannya,\u201d pungkasnya. (<em><strong>Cg<\/strong><\/em>)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost.com, Payakumbuh \u2014 \u201cSampah bukan sekadar persoalan lingkungan, tapi peluang. Kalau dikelola dengan baik, ia&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":32058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-32057","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payakumbuh"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32057","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=32057"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32057\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":32059,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/32057\/revisions\/32059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/32058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=32057"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=32057"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=32057"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=32057"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}