{"id":31642,"date":"2026-04-08T14:10:58","date_gmt":"2026-04-08T14:10:58","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=31642"},"modified":"2026-04-08T14:14:59","modified_gmt":"2026-04-08T14:14:59","slug":"bpbd-kota-payakumbuh-gelas-sosialisasi-mitigasi-bencana-dan-simulasi-evakuasi-bagi-guru-dan-siswa-slb","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=31642","title":{"rendered":"BPBD Kota Payakumbuh Gelar Sosialisasi Mitigasi Bencana Dan Simulasi Evakuasi Bagi Guru Dan Siswa SLB"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Marawapost. Com<\/strong><\/em>, <strong>Payakumbuh<\/strong> \u2013 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi bagi guru dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan ini sebagai tindak lanjut atas arahan Wali Kota, Payakumbuh, Zulmaeta dalam mitigasi bencana yang inklusif yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana yang adil, setara bagi masyarakat. Melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan (disabilitas, lansia, anak-anak, perempuan) sebagai subjek aktif. Dimana fokusnya adalah memastikan aksesibilitas informasi, fasilitas evakuasi, dan perencanaan bagi semua orang tanpa terkecuali.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Kegiatan inu sangat penting dan spesifik karena siswa SLB sebagai penyandang disabilitas memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan\/atau sensorik yang membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana,\u201d kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, Rabu (08\/04\/2026).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia mengatakan, penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam situasi darurat.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDalam kondisi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kita hadir untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Devitra menekankan, edukasi mitigasi bencana harus disertai praktik langsung agar lebih efektif dan mudah dipahami.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat menghadapi kondisi darurat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cTujuan akhirnya adalah membangun kemandirian dan kesiapsiagaan warga sekolah, sehingga mereka dapat bertindak cepat dan tepat sesuai dengan kemampuan masing-masing,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026 tersebut diikuti sebanyak 50 siswa dan 12 guru, dengan durasi pelaksanaan selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Narasumber dari Tim Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, mengatakan materi disusun secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami peserta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cMateri yang kami berikan meliputi pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menambahkan, simulasi mitigasi bencana itu menjadi bagian krusial dalam kegiatan tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah, sehingga peserta memiliki gambaran nyata langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,\u201d katanya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-31644 aligncenter\" src=\"https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260408-WA0183-300x170.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"170\" srcset=\"https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260408-WA0183-300x170.jpg 300w, https:\/\/marawapost.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/IMG-20260408-WA0183-200x112.jpg 200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menilai program tersebut sangat relevan dengan kebutuhan sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami sangat terkesan karena kegiatan ini tergolong baru bagi warga sekolah kami, namun memberikan manfaat yang besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut dia, kegiatan tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesiapan seluruh warga sekolah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSiswa menjadi lebih paham, sementara guru juga semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka saat kondisi darurat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menambahkan, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda rutin.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami akan mengusulkan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar kesiapsiagaan tetap terjaga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, sekolah juga akan menindaklanjuti dengan langkah konkret di lingkungan internal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami berencana menyusun jalur evakuasi sesuai standar, mengingat sebagian siswa tinggal di asrama, sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama,\u201d pungkasnya. (<em><strong>C7<\/strong><\/em>)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost. Com, Payakumbuh \u2013 Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh meningkatkan kesiapsiagaan bencana bagi&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":31643,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-31642","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payakumbuh"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31642"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31642\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31646,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31642\/revisions\/31646"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31642"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31642"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31642"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=31642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}