{"id":30553,"date":"2026-02-04T08:50:34","date_gmt":"2026-02-04T08:50:34","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=30553"},"modified":"2026-02-04T08:50:34","modified_gmt":"2026-02-04T08:50:34","slug":"diduga-santap-mbg-89-siswa-sman-1-sungai-rumbai-alami-keracunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=30553","title":{"rendered":"Diduga Santap MBG , 89 Siswa SMAN 1 Sungai Rumbai Alami Keracunan"},"content":{"rendered":"<p><strong>Marawapost.com, Dharmasraya<\/strong> &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya mendukung kesehatan pelajar justru diduga berujung petaka.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDari informasi yang berhasil dihimpun media ini, Sebanyak 89 siswa SMAN 1 Sungai Rumbai, 5 orang ibu hamil, 2 orang pegawai MBG di Kabupaten Dharmasraya, mengalami gejala yang mengarah pada keracunan massal usai mengonsumsi makanan MBG di sekolah, Rabu (04\/02\/2026).<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eAkibat kejadian tersebut, para siswa yang menunjukkan gejala keracunan terpaksa dilarikan ke RSUD Sungai Rumbai dan Puskesmas Sungai Rumbai untuk mendapatkan penanganan medis.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200ePara korban mengalami keluhan mual, muntah, diare, hingga demam, tak lama setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.<br \/>\n\u200eMakanan MBG tersebut diketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sang Surya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSalah seorang wali murid, Murni (36)\u00a0 nama samaran, mengaku panik setelah mendapat kabar dari anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cSaya dihubungi anak saya, dia menyampaikan kondisinya dan sekarang sedang dirawat di RSUD Sungai Rumbai,\u201d ujar Murni kepada media ini.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menjelaskan, anaknya mulai merasakan gangguan kesehatan tidak lama setelah mengonsumsi makanan MBG di sekolah.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cMenurut keterangan anak saya, dia mengalami mual, muntah, dan diare setelah makan MBG di sekolah,\u201d jelasnya.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eHingga berita ini diterbitkan, Kepala SMAN 1 Sungai Rumbai, Rini Susila, belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan media ini melalui pesan WhatsApp terkait menu MBG yang disajikan serta jumlah pasti siswa SMAN 1 yang terdampak, belum mendapat respons meskipun yang bersangkutan terpantau dalam kondisi daring.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eSementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman Rizal, mengatakan pihak pemerintah daerah masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut merupakan kasus keracunan makanan.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200e\u201cKita belum bisa menduga itu keracunan atau tidak. Saat ini kita sedang melakukan pengecekan dan mengambil sampel, apakah berasal dari makanan hari ini atau makanan kemarin,\u201d ujar Jasman Rizal saat dikonfirmasi media.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eIa menambahkan, proses pengambilan sampel makanan serta pendataan korban masih terus dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eKasus ini langsung menyita perhatian publik, mengingat Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar.<br \/>\n\u200e<br \/>\n\u200eDugaan keracunan massal ini pun memunculkan desakan agar pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan pangan, pengawasan dapur penyedia MBG, serta distribusi makanan ke sekolah-sekolah.<br \/>\n\u200eMedia ini akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan menunggu hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang. (Ali04)<br \/>\n\u200e<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost.com, Dharmasraya &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya mendukung kesehatan pelajar justru diduga&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30554,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-30553","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dharmasraya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30553","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30553"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30553\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30555,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30553\/revisions\/30555"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/30554"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30553"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30553"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30553"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=30553"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}