{"id":29663,"date":"2025-12-12T13:20:21","date_gmt":"2025-12-12T13:20:21","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=29663"},"modified":"2025-12-12T13:20:21","modified_gmt":"2025-12-12T13:20:21","slug":"pemko-payakumbuh-menilai-ukw-menjadi-benteng-penting-menjaga-kualitas-jurnalis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=29663","title":{"rendered":"Pemko Payakumbuh Menilai UKW Menjadi Benteng Penting Menjaga Kualitas Jurnalis."},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Marawapost.com<\/strong><\/em> ,<strong>Limapuluh Kota<\/strong> \u2014 Di tengah derasnya kemunculan media baru dan meningkatnya penyebaran informasi tanpa verifikasi, Pemko Payakumbuh menilai Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menjadi benteng penting untuk menjaga kualitas jurnalisme di daerah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penegasan itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kurniawan Syah Putra, saat pembukaan UKW yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Payakumbuh di Hotel Kondang, Jumat (12\/12\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kurniawan menyoroti konflik terbesar dunia pers saat ini. Semakin banyaknya akun atau media abal-abal yang memproduksi konten tanpa etik, sementara wartawan profesional harus menghadapi tekanan untuk tetap menghasilkan informasi yang akurat di tengah persaingan tidak seimbang tersebut.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDi era informasi yang serba cepat ini, hoaks dan disinformasi menyebar bahkan lebih cepat dari kebenaran itu sendiri. Di sinilah wartawan kompeten menjadi garda terdepan. Tanpa kompetensi, kita akan kalah oleh arus informasi liar yang merugikan masyarakat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Menurut dia, banyaknya pelaku media baru yang mengabaikan kode etik kerap menciptakan kerancuan di publik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Masyarakat kesulitan membedakan mana wartawan profesional dan mana pembuat konten yang tidak memiliki standar kerja jurnalistik. UKW, katanya, adalah cara untuk memperjelas batas itu.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cUKW ini bukan hanya soal keterampilan menulis atau meliput, tetapi juga tentang integritas dan tanggung jawab moral. Di tengah persaingan media yang semakin padat, kompetensi adalah identitas yang tak bisa ditawar,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kurniawan mengatakan bahwa hubungan pemerintah dan wartawan bukanlah hubungan saling berhadapan, tetapi saling menguatkan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun ia mengakui sering muncul ketegangan ketika informasi belum lengkap, sementara tekanan publik mendorong media untuk segera menyajikan berita.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKonflik informasi itu nyata. Wartawan butuh kepastian data, pemerintah butuh waktu verifikasi. Kompetensi akan membantu wartawan menyikapi situasi seperti itu dengan lebih profesional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menekankan bahwa Pemko Payakumbuh membuka ruang dialog dengan media kredibel, tetapi tetap berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan pers tanpa kompetensi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cMedia yang sehat dan profesional akan menjadi mitra strategis pembangunan. Sebaliknya, media tanpa kompetensi justru bisa menimbulkan konflik baru di ruang publik,\u201d katanya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kurniawan berharap seluruh peserta mampu lulus dan memperkuat kualitas jurnalisme, khususnya di Payakumbuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menyebut UKW adalah salah satu cara untuk memastikan wartawan siap menghadapi \u201cperang informasi\u201d yang semakin kompleks.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKompetensi adalah benteng utama kita. Wartawan harus mampu menjadi agen perubahan yang membangun, bukan bagian dari masalah. Semoga UKW ini membawa manfaat besar bagi dunia pers dan masyarakat Payakumbuh,\u201d tutupnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ketua PWI Sumatera Barat, Widya Nafies, mengakui bahwa meningkatnya jumlah perusahaan pers di daerah turut menambah jumlah wartawan baru di lapangan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, peningkatan itu sering tidak dibarengi dengan standar kompetensi yang sama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDengan tumbuhnya perusahaan pers, persaingan semakin ketat. Wartawan yang tidak kompeten akan tersisih, sementara yang kompeten justru semakin dibutuhkan. UKW memastikan wartawan memiliki kualitas itu,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menambahkan bahwa penyebaran hoaks dan media tidak profesional telah banyak menimbulkan konflik di masyarakat, mulai dari kabar bohong isu politik hingga misinformasi kebencanaan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Karena itu, jurnalis yang memegang lisensi kompetensi dapat menjadi penengah yang menyajikan informasi terverifikasi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cMudah-mudahan peserta hari ini semuanya kompeten, karena tantangan di lapangan semakin berat,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">UKW kali ini diikuti 22 wartawan dari Payakumbuh dan Lima Puluh Kota. Kegiatan juga dihadiri oleh Bupati Lima Puluh Kota Safni, Anggota DPRD Muhammad Fajar Rillah Vesky, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aspon Dedi menyampaikan apresiasi terhadap Pemkab dan DPRD Lima Puluh Kota yang telah menganggarkan pelaksanaan UKW, serta Pemko Payakumbuh yang mendukung peningkatan kompetensi wartawan pada tahun-tahun sebelumnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSinergi ini sangat berarti, terutama ketika dunia pers sedang menghadapi tekanan dari banyak sisi,\u201d pungkasnya. (<em><strong>C7<\/strong><\/em>)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost.com ,Limapuluh Kota \u2014 Di tengah derasnya kemunculan media baru dan meningkatnya penyebaran informasi tanpa&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":29664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-29663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payakumbuh"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=29663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29665,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/29663\/revisions\/29665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/29664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=29663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=29663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=29663"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=29663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}