{"id":26995,"date":"2025-08-10T06:53:04","date_gmt":"2025-08-10T06:53:04","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=26995"},"modified":"2025-08-10T06:53:04","modified_gmt":"2025-08-10T06:53:04","slug":"walikota-payakumbuh-zulmaeta-dipercaya-jadi-narasumber-rapat-kerja-koordinasi-nasional-indonesia-creative-cities-network","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=26995","title":{"rendered":"Walikota Payakumbuh Zulmaeta Dipercaya Jadi Narasumber Rapat Kerja Koordinasi Nasional Indonesia Creative Cities Network"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><em><strong>Marawapost.com<\/strong><\/em>, <strong>Padang<\/strong> \u2014 Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menjadi salah satu narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional Indonesia Creative Cities Network (ICCN) 2025 yang berlangsung di The ZHM Premiere Hotel Padang, Jumat (8\/8\/2025). Dalam forum bertema \u201cBajamba di Kota Seribu Rasa\u201d itu, Zulmaeta memaparkan strategi pengembangan ekonomi kreatif Payakumbuh hingga mampu menembus pasar dunia.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Zulmaeta menegaskan, keterbatasan potensi tambang, minimnya industri besar, dan sempitnya lahan pertanian tidak menghalangi Payakumbuh untuk tumbuh. Ia justru melihat sektor ekonomi kreatif sebagai kekuatan utama.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cProduk handycraft kita punya peluang besar menjadi pengganti produk China di pasar Amerika. Apalagi, konsumen di sana mengutamakan produk ramah lingkungan, non-plastik, dan hand made,\u201d ujarnya di hadapan 400 peserta Rakornas.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Keberhasilan Pemko menggandeng perusahaan The Sak , produsen berbasis di Bali dan Amerika menjadi titik balik penting. Perusahaan tersebut siap menampung seluruh hasil produksi pengrajin Payakumbuh setelah melewati proses quality control.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami akan\u00a0 mengirim tiga orang ke Bali\u00a0 hasil dari MOU dengan The Sak untuk dilatih menjadi pengendali mutu produk ekspor,\u201d ungkap Zulmaeta.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Meski begitu, Zulmaeta menyebut tantangan tetap besar. Permintaan ekspor membutuhkan minimal 1.000 pengrajin, sedangkan Payakumbuh baru memiliki 400. Karena itu, Pemko membuka peluang kerja sama dengan pengrajin di daerah tetangga.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain jumlah pengrajin, pelaku UMKM handycraft juga masih menghadapi kendala akses permodalan, pemasaran, dan kapasitas produksi.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPemerintah Kota berkomitmen menjadi fasilitator untuk mengatasi semua hambatan itu,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Dalam kesempatan tersebut, Zulmaeta didampingi Sekretaris Daerah Payakumbuh Rida Ananda, Asisten II Setdako, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Rakornas ICCN sendiri mempertemukan perwakilan dari lebih 240 kota\/kabupaten kreatif di Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, media, dan komunitas kreatif. Kegiatan ini diisi creative conference, networking session, pameran, dan pertunjukan budaya, dengan tujuan memperkuat kolaborasi, berbagi inovasi, dan mendorong transaksi produk kreatif unggulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cEkonomi kreatif bukan hanya peluang, tapi masa depan Payakumbuh. Kami akan terus berinovasi dan memperluas jaringan agar produk lokal bisa bersaing di panggung internasional,\u201d tutup Zulmaeta. (<em><strong>C7<\/strong><\/em>)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Marawapost.com, Padang \u2014 Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menjadi salah satu narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":26996,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-26995","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-padang"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26995","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26995"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26995\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26997,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26995\/revisions\/26997"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26996"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26995"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26995"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26995"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=26995"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}