{"id":2663,"date":"2021-09-18T14:24:40","date_gmt":"2021-09-18T14:24:40","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=2663"},"modified":"2021-09-18T14:24:41","modified_gmt":"2021-09-18T14:24:41","slug":"diskusi-ranah-dan-rantau-urang-bayua-wabup-agam-perantau-pilar-penting-bagi-pembangunan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=2663","title":{"rendered":"Diskusi Ranah dan Rantau Urang Bayua: Wabup Agam: Perantau Pilar Penting Bagi Pembangunan"},"content":{"rendered":"\n<p>Agam, Marawa &#8211; Perantau merupakan salah satu pilar penting bagi berlangsungnya pembangungan Kabupaten Agam. Di tingkat nagari, sinergitas antara perantau dan ranah sangat diperlukan demi mewujudkan nagari yang prestisius.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal itu disampaikan Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri, SH Dt. Parpatiah saat mengikuti Forum Diskusi Ranah dan Rantau Urang Bayua yang digelar secara virtual, Sabtu (18\/09).<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPeran perantau memiliki kontribusi penting dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Agam, sebab pada masa perintahan kali ini, para perantau diposisikan sebagai salah satu pilar penting pembangunan,\u201d ujar wabup.<\/p>\n\n\n\n<p>Nagari Bayua ucap wabup, memiliki cukup banyak tokoh-tokoh perantau yang memiliki pengaruh, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Menurut wabup, para perantau menjadi penyangga penting bagi pembangunan Nagari Bayua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSejauh ini para perantau telah dan akan berkontribusi untuk Nagari Bayua. Untuk itu, melalui forum ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih atas kontribusi yang sudah diberikan,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wabup Agam berharap kekompakan yang selama ini sudah terjalin erat antara perantau maupun orang di kampung agar dapat dipertahankan. Menurutnya, dengan kekompakan itu, Nagari Bayua bisa menjadi salah satu nagari prestisius di Kabupaten Agam.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cSemoga pertemuan ini bisa dipertahankan. Jika pandemi Covid-19 sudah berakhir, alangkah bahagianya kita bisa bertemu pada forum yang lebih besar lagi,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Wali Nagari Bayua, Hadi Fajrin, SHI menyampaikan sejumlah program-program yang dilakukan untuk kemajuan Nagari Bayua. Dikatakannya, Pemerintah Nagari Bayua memiliki visi mewujudkan masyarakat yang berkarakter, mandiri, berprestasi yang berlandaskan ABS-BSK.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut dipaparkan, pihaknya berupaya menjalankan pemerintahan yang bersih aspiratif dan transparan. Memperkuat peran lembaga adat dalam pembangunan nagari. Melibatkan peran masyarakat seluas-luasnya dalam pelaksanaan pembangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Lalu pihaknya juga tengah berupaya menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter, sehat, unggul dan berdaya saing. Serta melibatkan peran serta masyarakat rantau dalam pembangunan bidan strategis di nagari.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cItu semua bisa terwujud dengan kerjasama kita semua. Kepada para perantau mohon saran dan masukannya, demi terciptanya Nagari Bayua yang maju,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Rukun Keluarga Bayua (RKB) Jakarta, Efrizal Guci dalam hantarannya mengatakan, setidaknya ada dua poin yang ingin dicapai dari forum diskusi yang berlangsung. Pertama, mengetahui informasi seputar pembangunan Nagari Bayua, kedua memperkuar silahturahmi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan begitu, para perantau diharapkan bisa memberikan pendapat dan masukan demi kemajuan nagari,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pihaknya pertemuan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Bahkan, pihaknya menyarankan tercipta sebuah forum diskusi yang lebih tematik.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cPertemuan semacam ini semoga bisa berkelanjutan, jika hari ini membahas secara umum, kedepan kita coba pertemuan secara tematik, seperti membahas ekonomi dan lain-lain,\u201d ujarnya. (R)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agam, Marawa &#8211; Perantau merupakan salah satu pilar penting bagi berlangsungnya pembangungan Kabupaten Agam. Di&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2664,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-2663","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agam"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2663","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2663"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2663\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2665,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2663\/revisions\/2665"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/2664"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2663"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2663"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2663"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=2663"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}