{"id":25430,"date":"2025-05-06T17:41:01","date_gmt":"2025-05-06T17:41:01","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=25430"},"modified":"2025-05-06T17:41:01","modified_gmt":"2025-05-06T17:41:01","slug":"sikap-tegas-pemko-payakumbuh-jelas-bangunan-liar-tak-berizin-harus-di-bongkar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=25430","title":{"rendered":"Sikap Tegas Pemko Payakumbuh Jelas, Bangunan Liar Tak Berizin Harus di Bongkar."},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">\u00a0<em><strong>Marawapost.com<\/strong><\/em>, <strong>Payakumbuh<\/strong> \u2013 Pemko Payakumbuh terbitkan Surat Perintah Bongkar (SPB) kepada pemilik bangunan liar yang berdiri di atas fasilitas umum.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">SPB ini diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pengendalian pemanfaatan ruang di wilayah Kota Payakumbuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Surat Perintah Bongkar sudah kami terbitkan. Pemilik bangunan diberikan waktu 7 x 24 jam untuk membongkar sendiri bangunannya,&#8221; kata Kepala Dinas PUPR Payakumbuh, Muslim, Selasa (06\/05\/2025).<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Muslim menjelaskan, SPB merupakan tindak lanjut dari peringatan lisan dan tertulis yang sebelumnya telah diberikan oleh Pemerintah Kota.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun karena sebagian besar pemilik bangunan tidak menggubris teguran, Pemko Payakumbuh akhirnya mengeluarkan surat resmi sebagai dasar penindakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cKami sudah cukup memberi peringatan. Tapi karena banyak yang tidak mengindahkan, langkah tegas harus diambil. Kalau dalam tujuh hari bangunan tidak dibongkar, maka akan kami bongkar secara langsung,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Bangunan yang dikenai SPB ini umumnya berdiri di atas fasilitas umum yang seharusnya dimanfaatkan sesuai dengan tujuan pembangunannya. Seperti trotoar, saluran irigasi, drainase, dan ruang terbuka hijau.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Aktivitas seperti mendirikan kios atau kedai di lokasi tersebut dinilai mengganggu fungsi fasilitas umum dan melanggar ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penertiban ini sendiri ditargetkan dari Selasa sampai dengan Kamis, dan dilakukan di ruas-ruas jalan utama Kota Payakumbuh.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Tim Penertiban Bangunan Kota Payakumbuh akan menyusuri seluruh fasilitas umum untuk memastikan tidak ada lagi pelanggaran. Ini upaya masif dan menyeluruh,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Penertiban ini didasarkan pada Petunjuk Teknis Kementerian ATR\/BPN Nomor 5 Tahun 2023 tentang pengenaan sanksi administratif, Perda Kota Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2020 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum dan Perwako Nomor 82 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengawasan dan Pengendalian Bangunan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Bangunan liar yang menghalangi akses publik seperti taman, trotoar, dan saluran air adalah pelanggaran. Selain mengganggu fungsi, juga bisa membahayakan pengguna jalan dan merusak estetika kota,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara itu, Asisten II Wal Asri yang mewakili Wali Kota Payakumbuh, menyatakan dukungan penuh atas langkah ini. Ia menegaskan bahwa penegakan aturan tidak boleh dikompromikan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">&#8220;Menegakkan peraturan bukan hal yang bisa ditawar. Ini soal ketertiban dan keadilan. Tidak ada istilah tebang pilih dalam proses ini,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Jika ada dari pemilik bangunan yang akan berkoordinasi lebih lanjut terkait dengan teknis pembongkaran bangunan dapat berkoordinasi ke Dinas PUPR Kota Payakumbuh. (<em><strong>C7<\/strong><\/em>)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Marawapost.com, Payakumbuh \u2013 Pemko Payakumbuh terbitkan Surat Perintah Bongkar (SPB) kepada pemilik bangunan liar yang&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":25431,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[19],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-25430","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-payakumbuh"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25430","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25430"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25432,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25430\/revisions\/25432"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25431"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25430"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=25430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}