{"id":1386,"date":"2021-06-25T14:14:57","date_gmt":"2021-06-25T14:14:57","guid":{"rendered":"https:\/\/marawapost.com\/?p=1386"},"modified":"2021-06-25T14:14:57","modified_gmt":"2021-06-25T14:14:57","slug":"didampingi-bupati-agam-wagub-sumbar-buka-rakor-penyelamatan-danau-maninjau","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/marawapost.com\/?p=1386","title":{"rendered":"Didampingi Bupati Agam, Wagub Sumbar Buka Rakor Penyelamatan Danau Maninjau"},"content":{"rendered":"\n<p>Agam, Marawa &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), terkait upaya penyelamatan Danau Maninjau, di ruang Rapat Istana Gubernuran Sumatera Barat, Kamis (24\/06).<\/p>\n\n\n\n<p>Rakor tersebut dipimpin Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy, dihadiri Bupati Agam, Dr. Andri Warman, Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Toni Harmanto, Dandrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Arief Gajah Mada, Kajati Sumbar, Anwarudin Sulistyono, kepala OPD terkait, dan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Wagub Sumbar, Audy Joinaldy mengatakan, dalam upaya penyelamatan Danau Maninjau, pihaknya mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerdasarkan rapat dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Pak Luhut meminta agar Pemprov Sumbar, bersama Kapolda, Dandim dan Kejati serta Pemkab Agam, bisa berkoordinasi dalam upaya penyelamatan Danau Maninjau, khususnya dalam penertiban Keramba Jaring Apung (KJA),\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan, salah satu faktor terbesar dalam pencemaran Danau Maninjau, berasal dari KJA, karena sisa-sisa pakan ikan telah menumpuk di dasar danau, sehingga membuat perairan tersebut tercemar.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cOleh sebab itu, untuk menyedot sedimen yang berada di dasar danau, pemerintah pusat memberikan bantuan dana lebih kurang sebesar Rp237 miliar,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berdasarkan arahan tersebut, Wagub Sumbar meminta kepastian jumlah KJA yang ada di Danau Maninjau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKita harus tau siapa-siapa saja pemilik dari KJA tersebut,&nbsp;<em>by name by address<\/em>nya,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan, dalam rangka pengurangan jumlah KJA, bukan hanya masalah teknikal saja, namun lebih kepada sosial masyarakatnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cHarus ada data yang realnya, berapa jumlah KJA yang masih aktif dan berapa jumlah KJA yang sudah tidak terpakai lagi, intinya data harus valid. KJA yang dikurangi terlebih dahulu adalah KJA yang sudah tidak terpakai lagi, jangan lupa berkoordinasi dengan pihak terkait,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Bupati Agam, Dr. Andri Warman, mengucapkan terimakasih kepada Pemprov Sumbar, Kapolda, Dandrem, Kajati Sumbar dan pihak terkait lainnya, atas perhatiannya terhadap kondisi Danau Maninjau.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAtas nama Pemkab Agam, saya ucapkan terimakasih, karena saat ini, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, Kapolda, Dandrem dan pihak terkait lainnya, sudah mendukung penuh upaya penyelamatan Danau Maninjau,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Dijelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan forkopimda.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAlhamdulillah, saat ini, kita telah mendapatkan dukungan dan perhatian penuh dari semua pihak, mulai dari pemerintah pusat sampai ke sampai pemerintah nagari,\u201d terangnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut, Andri Warman menjelaskan, 10 Juli nanti pihaknya akan melaksanakan goro di Danau Maninjau. Goro akan fokus kepada karamba yang sudah terbengkalai atau sudah tidak terpakai lagi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cUntuk masalah peralihan mata pencarian masyarakat lokal, masih membutuhkan waktu dan kajian serta pertimbangan-pertimbangan lainnya. Saat ini kita akan fokus terhadap pengangkatan KJA yang sudah tidak terpakai lagi,\u201d tutupnya. (RN)<\/p>\n<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on the_content --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on the_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Agam, Marawa &#8211; Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, menggelar Rapat Koordinasi (Rakor), terkait upaya penyelamatan Danau&nbsp;[&hellip;]<!-- AddThis Advanced Settings generic via filter on get_the_excerpt --><!-- AddThis Share Buttons generic via filter on get_the_excerpt --><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1387,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1386","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-agam"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1386","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1386"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1386\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1388,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1386\/revisions\/1388"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1387"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1386"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1386"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1386"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/marawapost.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1386"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}