Bukittinggi, Marawa – SMAN 2 Bukittinggi resmi menjadi Heritage School atau Cagar Budaya Nasional, hal tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim. Sebelum ditandatangani Mendikbud prasasti ini diberi paraf oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi, Jumat (19/08/22).
Pada kegiatan itru, Wakil Walikota Bukittinggi, Marfendi mengapresiasi apa yang telah dilakukan SMAN 2 Kota Bukittinggi. Hal ini harus diwariskan kepada generasi muda, sehingga sejarah sekolah ini dapat dijadikan cikal bakal apa yang akan dilakukan selanjutnya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat pada saat membuka acara itu mengatakan, selain banyak tokoh pahlawan nasional, para murid SMAN 2 Bukittinggi juga banyak yang berprestasi, seperti komandan paskibraka HUT RI ke-77 di istana presiden yang lalu merupakan alumni SMAN 2 Bukittinggi.
“SMAN 2 Bukittinggi, adalah rahim yang darinya lahir orang-orang besar, yang peran dan pikirannya sangat bermanfaat bagi kemajuan bangsa pada zamannya”, ucapnya.
Disebutkan Gubernur, SMAN 2 Bukittinggi menjadi sekolah unggulan karena banyak orang-orang hebat merupakan alumni dari SMA tersebut. Gubernur mewajibkan para siswa SMAN 2 Bukittinggi harus mampu mengukir dan mewariskan tokoh-tokoh sejarah baik nasional maupun internasional.
“Bukittinggi pada sejarahnya dulu dikenal sebagai Ibukota Republik Indonesia, dengan adanya heritage school ini diharapkan akan mengokohkan Bukittinggi sebagai kota bersejarah di Indonesia. Hal tersebut merupakan nilai jual bagi Kota Bukittinggi”, tukasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Bukittinggi, Ermizar mengatakan, kegiatan ini selain memeriahkan ulang tahun Kweek School SMAN 2 Bukittinggi ke – 166 juga sebagai pengukuhan Heritage School sebagai cagar budaya nasional pertama yang ada di Sumbar
Diketahui, SMAN 2 Bukittinggi yang dahulunya bernama Kweek School atau sekolah raja yang didirikan kolonial belanda pada 1873 tersebut, diketahui banyak melahirkan tokoh-tokoh nasional seperti Tan Malaka, A. H. Nasution, Sutan Syahrir, Dahlan Abdullah, serta para pejabat tinggi lainnya merupakan alumni dari sekolah yang telah diresmikan menjadi cagar budaya nasional. (*)

