Dukung Kegiatan AIMI Sumbar, Ketua GOW Bukittinggi: Cegah Stunting, Kita Dukung Gerakan Ibu Menyusui

Bukittinggi, Marawa – Asosiasi Ibu Menyusui (AIMI) Sumatera Barat dan Komunitas Bukittinggi Peduli Asi gelar acara dengan tema Komitmen Bersama mendukung ibu menyusui dan memberi MPASI sesuai standar untuk cegah stunting di pelataran Jam Gadang Bukittinggi, Minggu (19/06/22). Kegiatan tersebut merupakan  kampanye promosi dan edukasi menyusui dan pemberian makan bayi dan anak serta pencegahan Stunting (anak-anak yang kekurangan gizi).

Ketua GOW kota Bukittinggi Ny.Nurna Eva Marfendi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, bahwa bentuk kegiatan ini adalah non formal dan acara tersebut di prakarsai para relawan yang peduli dengan ASI, peduli dengan ibu menyusui dan peduli dengan Stunting.

Disebutkannya, bahwa Pemerintah Daerah memberikan perhatian khusus dengan stunting dan Stunting itu perlu dicegah dari anak berupa janin tersebut sampai pertumbuhan kembang anak sampai lepas dari usia balita.

“Karena kita berharap agar anak yang dilahirkan adalah anak yang berkualitas anak yang sehat tumbuh dan kembang sesuai dengan usianya dan itu sangat besar pengaruhnya dengan pemberian ASI”, sebutnya.

Dikatakan Ketua GOW, ia memberikan apresiasi yang luar biasa dari asosiasi ibu menyusui Sumatera Barat juga  Bukitttinggi Peduli Asi karena mereka terdiri dari relawan yang tidak semuanya berlatar belakang kesehatan.

“Mereka dengan biaya sendiri melakukan edukasi ke masyarakat  dan juga secara life agar didengar oleh banyak orang, sehingga kami semuanya memberikan komitmen bahwa kita akan mendukung gerakan ibu menyusui, dan Ini adalah salah satu cara kita mencegah Stunting”, ujarnya.

Ditambahkannya, karena tumbuh kembang psikologis sangat berpengaruh dengan pemberian ASI.Pemberian ASI ini bukan hanya mereka memeras ASI kemudian mengumpulkan di freezer ketika perlu dihangatkan kemudian diberikan kepada anak anak dalam botol, bukan itu yang diharapkan.

“Kita berharap kepada semua pimpinan, jika ada karyawan yang menyusui, maka mereka harus memberikan waktu dan tempat untuk memberikan ASI kepada bayinya”, tukasnya.

Dilanjutkannya, karena ketika ibu menyuruh itu ada dekapan kasih sayang, komunikasi antara ibu dan anak sehingga menjadi anak yang sehat jiwa dan raga.Itu sebabnya diadakan kampanye ibu menyusui. Kami menghimbau kepada ibu-ibu menyusui agar jangan sampai ASI itu diberikan didalam botol tetapi langsung disusui dari ibunya sendiri.

Hadir dalam acara tersebut Waķil Walikota Bukittinggi, Marfendi, dokter anak, dari ahli gizi, kawan-kawan di RSAM, ibu-ibu yang mempunyai anak balita dan menyusui se Kota Bukittinggi. (*)

Pos terkait