Agam, Marawa – Pengurus LKAAM Kecamatan Lubuk Basung dan jajarannya gelar diskusi dan silaturrahmi dengan Ketua RKKL Jabodetabek, Yoswandi Lelo, di aula kantor Camat Lubuk Basung, Kamis (31/03/22). Acara silaturrahmi ini dilakukan usai pengukuhan pengurus LKAAM Kecamatan Lubuk Basung.
Pada kesempatan itu, Ketua LKAAM terpilih, Syahmendra Putra, S.Ag Dt. Mulia Basa mengucapkan terimakasih atas kedatangan Ketua RKKL Jabodetabek pada pengukuhan LKAAM Lubuk Basung.
“Dalam menjalankan dan mengsingkronkan program, kami membutuhkan kerjasama dengan para perantau untuk membangun kampung, bagaimana kita bisa lebih maju kedepannya”, ucapnya.

Dikatakannya, kita akui, untuk membangun kampuang kita membutuhkan dukungan para perantau, baik secara materil maupun non materil. Kita singkronkan program kita dengan program perantau, yang dalam hal ini salah satunya perantau kita dari Jakarta yaitu RKKL Jabodetabek.
Sementara itu, Ketua RKKL Jabodetabek, Yoswandi Lelo menyambut baik hal yang disampaikan oleh Ketua LKAAM tersebut sekaligus mengucapkan selamat kepada pengurus LKAAM Kecamatan Lubuk Basung masa bhakti 2022 – 2027 yang baru dilantik.
“Selamat kepada pengurus LKAAM Kecamatan Lubuk Basung yang baru saja dikukuhkan, semoga amanah dalam menjalankan tugas untuk membangun Lubuk Basung lebih maju”, ucapnya.
Dikatakan Yoswandi, kami anak kamanakan di Jabodetabek akan membangun konsolidasi dengan seluruh nagari yang ada di kampuang. Karena domisili kami di Jakarta, tentu 70 persen tugas kami adalah mengayomi keluarga dan dunsanak kita yang ada diperantauan dibawah naungan RKKL. Jadi 30 persennya adalah orientasi kami ke kampung halaman.
“Orientasi kami dalam bentuk pemikiran, sumbangsih baik secara sosial maupun pemikiran dalam membangun termasuk membawa investasi ke kampung halaman”, tukasnya.
Disebutkannya, kami akan mendukung program yang dilakukan oleh LKAAM dan siap bersinergi dalam memajukan kampuang. Kami akan selalu menjalin komunikasi dengan ninik mamak dalam menjalankan programnya.
“InsyaAllah ada dunsanak kito yang dirantau yang akan berinvestasi untuk kampung, investasi dalam artian, membawa hasil yang ada diperantauan untuk membangun kampuang. Supaya Lubuk Basung maju dan benar-benar menjadi ibu kota Kabupaten Agam”, ujarnya.
Ditambahkannya, kami dari perantau siap berinvestasi dalam membantu membuka jalan baru, tentunya pembebasan lahan sudah selesai dilakukan dengan masyarakat. Kami akan menyediakan alat berat, dan ini sudah kita kordinasikan dengan Bapak H. Khasmir yang mempunyai alat berat tersebut.
“Program ini bukan untuk nagari Lubuk Basung saja, tetapi terbuka untuk seluruh nagari yang ada di Kecamatan Lubuk Basung”, tegasnya.
Dilanjutkannya, kami akan membangun ekonomi kreatif yang bermanfaat untuk anak nagari dan perantauan. Misalnya, kami akan membeli beras di kampung untuk dibawa ke Jakarta. Disini kami minta kreatifitas anak nagari dalam menyediakan beras sekitar 6 ton tiap bulan dan kami akan mendistribusikannya di Jakarta atas nama RKKL.
“Kita yakin, warga kita yang di perantauan akan membeli beras yang kita bawa dari kampuang, karena berasnya terjamin untuk dikonsumsi. Terkait harga, kita bersaing dengan kompetitor lainnya”, ungkap Yoswandi.
Tidak itu saja, rencananya RKKL Jabodetabek akan mengangkat potensi yang ada di kecamatan Lubuk Basung untuk dibangun. Seperti halnya, kita akan berkordinasi dengan pihak terkait untuk membuka jalan ke air terjun “Lubuk Baburai” di Silayang Jorong Parit Panjang Nagari Lubuk Basung.
“Kita akan mengangkat potensi wisata yang ada di “Lubuk Baburai” di jorong parik panjang tersebut, tentu ini jadi tugas kita bersama, baik yang dikampung maupun yang dirantau”, tuturnya.
Lebih dalam dilanjutkannya, investor untuk membuka destinasi wisata “Lubuk Baburai” tersebut sudah kita kordinasikan, tinggal lagi bagaimana upaya kita untuk melakukan pembebasan lahan menuju lokasi.
“Dengan dibukanya destinasi wisata “Lubuk Baburai” nantinya, tentu akan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, mari kita sama-sama mendoakan agar hal ini bisa terwujud”, tutupnya. (RieL)

