Dharmasraya Kembali Diselimuti Kabut Asap Tebal, Siswa Kembali Belajar Daring

Marawapost.com, Dharmasraya – Kabut asap Dharmasraya hari ini terlihat semakin pekat dan tebal. Kondisi tersebut bahkan mulai berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah cepat dengan meminta siswa dipulangkan lebih awal. Kebijakan tersebut dilakukan setelah adanya laporan kabut asap telah masuk ke ruang kelas.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, **Bobby Perdana Riza**, mengatakan siswa dipulangkan lebih awal sebagai langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kegiatan belajar mengajar.

“Anak-anak sekolah langsung kami minta dipulangkan lebih awal. Besok anak-anak belajar secara PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh),” kata Bobby.

Menurut Bobby, keputusan tersebut diambil setelah pihaknya menerima laporan bahwa kabut asap sudah masuk ke dalam ruang kelas.

“Karena tadi ada laporan kabut asap sudah masuk ke ruang kelas,” ujarnya.

### Besok Sekolah Terapkan PJJ

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dialihkan menjadi **Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)**.

Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kegiatan pendidikan tetap berjalan sekaligus mengurangi aktivitas siswa di tengah kondisi udara yang dinilai kurang baik.

Bobby mengatakan kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi kabut asap.

Jika pada **Rabu** kondisi kabut asap sudah terlihat membaik, proses belajar mengajar atau PBM akan kembali dilaksanakan seperti biasa.

“Kalau Rabu besok kondisi kabut asap sudah kelihatan membaik, PBM seperti biasa kembali,” kata Bobby.

### ISPU 113, Kondisi Visual Lebih Pekat

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Dharmasraya, Novan, menyampaikan bahwa berdasarkan aplikasi IQAir, indeks kualitas udara saat ini berada pada angka **113**.

Angka tersebut berada dalam kategori **tidak sehat**. Sementara angka tertinggi yang tercatat mencapai **141**.

Namun, Novan menyebut kondisi yang terlihat secara langsung di lapangan menunjukkan kabut asap lebih pekat dan tebal dibandingkan gambaran yang terlihat dari angka pemantauan.

“Kalau dilihat secara visual kondisi saat ini lebih pekat dan tebal kondisi asapnya,” kata Novan.

Novan menjelaskan, aplikasi pemantauan kualitas udara milik Kementerian Lingkungan Hidup, **Ispunet**, memiliki titik pantau di Sumatera Barat, yakni Padang dan Padang Pariaman. Sementara di Jambi terdapat titik pantau di Kabupaten Tebo dan Kota Jambi.

Dharmasraya selama ini menggunakan aplikasi IQAir untuk membantu memantau kondisi kualitas udara karena wilayah tersebut tidak memiliki titik pantau Ispunet.

Kondisi kabut asap yang semakin pekat kini tidak hanya menjadi persoalan kualitas udara, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas pendidikan. Pemulangan siswa lebih awal dan penerapan PJJ menjadi langkah sementara Pemkab Dharmasraya sembari melihat perkembangan kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.(Ali04)

Pos terkait