Marawapost.com, Lubuk Basung — Pemerintah Nagari Lubuk Basung bersama Puskesmas Lubuk Basung melakukan fogging atau pengasapan di kawasan Balai Ahad, Jorong II Balai Ahad, Nagari Lubuk Basung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (01/10/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mencegah dan menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menyusul ditemukannya sejumlah warga di wilayah tersebut yang terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Fogging dilaksanakan terutama di sekitar Masjid Salman dan kawasan permukiman warga. Berdasarkan informasi yang diperoleh, sekitar tujuh orang warga di wilayah tersebut telah terjangkit DBD.
Walinagari Lubuk Basung, Darma Ira Putra, SE, MM Dt. Batuah Ketika dihubungi media online Marawapost.com mengatakan kegiatan fogging merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya pemerintah nagari bersama petugas Puskesmas dan masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan.
“Sehari sebelumnya, Rabu, kami bersama petugas Puskesmas dan masyarakat melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, terutama tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti kaleng bekas dan genangan air lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, setelah kegiatan gotong royong tersebut, Puskesmas Lubuk Basung melakukan fogging sebagai langkah lanjutan untuk membasmi nyamuk dewasa yang berpotensi menularkan virus DBD.
Fogging dilakukan dengan menggunakan insektisida yang ditujukan untuk membunuh nyamuk dewasa, khususnya Aedes aegypti yang merupakan salah satu vektor penular virus DBD.
Namun demikian, fogging bukan satu-satunya upaya yang dapat dilakukan untuk memberantas DBD. Pengasapan hanya efektif terhadap nyamuk dewasa dan tidak dapat membasmi jentik-jentik nyamuk yang berkembang biak di tempat penampungan atau genangan air.
Karena itu, Darma Ira Putra mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kegiatan fogging, tetapi juga terus melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan bersama-sama.

“Masyarakat kami harapkan tetap menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara bersama-sama, sehingga kasus DBD tidak terus bertambah,” katanya.
Pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan melalui gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup tempat-tempat yang berpotensi menampung air, serta mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Ia menambahkan, kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama. Genangan air sekecil apa pun perlu diperhatikan karena dapat menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
“Fogging ini merupakan salah satu upaya untuk menekan penyebaran DBD. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana masyarakat secara rutin menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan PSN,” tambahnya.
Pemerintah Nagari Lubuk Basung juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan sekitar rumah, termasuk memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembangnya nyamuk.
Dengan pelaksanaan fogging yang disertai gotong royong membersihkan lingkungan dan gerakan PSN, diharapkan populasi nyamuk penyebab DBD di wilayah Jorong II Balai Ahad dapat ditekan.
Pemerintah nagari berharap kerja sama antara masyarakat, Puskesmas dan pemerintah nagari dapat terus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan, sehingga kasus DBD di wilayah tersebut tidak semakin meluas dan kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Hadir pada kegiatan itu, Walinagari Lubuk Basung, Darma Ira Putra, SE, MM Dt. Batuah yang diwakili oleh Walijorong II Balai Ahad, DR. Zoni, Tokoh Masyarakat, Marjoni, Petugas UPTD Puskesmas Lubuk Basung yakni Tenaga Fogger, Afrinaldi Dan Roni Darmawan, Tenaga Surveilans, Nola Fitria,Skm dan Bidan Desa Balai Ahad, Sry Gumala Sari, A.Md.Keb dan masyarakat setempat. (RieL)

