Marawapost.com, Agam – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM KPK-RI Kabupaten Agam, Desriyos, S.IP menyorot Dapur SPPG yang kurang kompeten sebagai penyedia makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, menyusul dugaan kuat 276 orang anak sekolah korban keracunan akibat MBG.
Kasus keracunan massal MBG yang terjadi di Kecamatan Palupuh Kab. Agam pada Selasa (02/09/2026 ) itu jangan hanya dihentikan sementara dan ditutup dapurnya, namun juga diusut tuntas oleh pemerintah, aparat penegak hukum, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ini adalah kasus terbesar kedua kalinya terjadi di Agam yang sebelumnya di Kecamatan Lubuk Basung pada Oktober 2025 lalu juga sedikitnya ratusan korban diusung ke Puskesmas dan RSUD.
Kasus dugaan keracunan MBG pertama itu, sedikitnya sebanyak 120 orang mengalami gejala sakit perut, mual, muntah dan diare. Dari hasil pemeriksaan BPOM di Padang, menemukan bakteri staphylococcus aureus pada nasi goreng dan telur dadar yang dikonsumsi korban, namun tidak ada tindakan sangsi hukum bagi penyedia MBG kata Dyos.
Kini, kejadian serupa kembali terjadi di Kecamatan Palupuh. Dinas Kesehatan Agam mencatat 276 orang mengalami gangguan kesehatan setelah menerima makanan MBG tersebut. Maka sudah sepatutnya diusut tuntas kasus yang telah membuat anak anak sekolah calon generasi bangsa keracunan.
“Kami berharap dugaan kasus keracunan MBG terbesar saat ini di kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, segera diusut tuntas pihak berwenang” kata ketua LSM KPK-RI Kabupaten Agam itu.
Menurutnya Badan Gizi Nasional (BGN) agar lebih memperketat pengawasan tata kelola dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Demi untuk memastikan makanan yang diberikan kepada peserta didik memenuhi standar keamanan pangan dan seluruh tahapan penyelenggaraan program berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan dari BGN. (*)

