Panen Perdana Pascabencana, Lahan Sawah di Salareh Aia Barat Kembali Produktif

Marawapost.com, Agam Lahan pertanian yang sempat rusak akibat bencana hidrometeorologi kini kembali menunjukkan produktivitasnya. Hal itu ditandai dengan panen perdana padi di lahan Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato, Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (24/08/2026).

Panen perdana tersebut dilakukan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, Walinagari Salareh Aia Barat, Rabuman dan Anggota Kelompok Tani, hal ini merupakan bagian dari upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana yang melanda wilayah tersebut pada 25 November 2025.

Sebelum bencana terjadi, Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pertanian telah memberikan sejumlah dukungan kepada Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato. Bantuan tersebut antara lain berupa pompa air, mesin pemotong rumput dan power thresher untuk menunjang aktivitas pertanian kelompok.

Pascabencana, dukungan pemerintah kembali diberikan melalui bantuan pupuk, rehabilitasi lahan sawah seluas 13 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) sebanyak satu paket, benih padi varietas Bujang Marantau, serta satu unit hand tractor yang digunakan untuk mendukung konstruksi rehabilitasi lahan sawah.

Dari total 39 hektare lahan sawah di Salareh Aia Barat yang akan dipanen, sebanyak 13 hektare di antaranya memasuki tahap panen pertama pascabencana. Lahan tersebut berada di Jorong Muaro Kandang dan dikelola oleh satu kelompok tani yang beranggotakan 16 orang.

Menariknya, hasil uji produktivitas pada lahan sawah yang siap dipanen seluas 3 hektare menunjukkan hasil cukup menggembirakan. Produktivitas mencapai 5,28 ton per hektare, meningkat dibandingkan rata-rata hasil sebelumnya yang berada di kisaran 4 ton per hektare.

Sementara itu, hasil ubinan yang dilakukan menunjukkan hasil 3 kilogram pada ubinan pertama dan 3,25 kilogram pada ubinan kedua.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo, mengatakan panen tersebut menjadi momentum penting dalam proses pemulihan pertanian sekaligus membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya terdampak bencana telah kembali produktif.

“Pada 25 November 2025 lalu terjadi bencana hidrometeorologi yang menyebabkan lahan pertanian rusak. Sekarang lahan tersebut telah kita rehabilitasi dan saat ini kita melakukan panen perdana sebanyak 3 hektare,” ujar Heri Prasetyo Wibowo.

Ia berharap hasil panen ke depan terus mengalami peningkatan. Pemerintah, katanya, akan terus berupaya meningkatkan produktivitas padi melalui dukungan sarana produksi dan pendampingan kepada petani.

“Mudah-mudahan hasilnya terus membaik. Kita akan berusaha meningkatkan lagi hasil padi ini,” katanya.

Heri menjelaskan, varietas padi yang dipanen pada panen perdana tersebut adalah Kuriak Kusuik. Sementara untuk musim tanam berikutnya, kelompok tani tersebut telah mendapatkan bantuan benih padi varietas Bujang Marantau sesuai permintaan masyarakat.

Selain benih, kelompok tani juga akan mendapatkan bantuan pupuk NPK dan Urea yang selanjutnya disalurkan melalui kelompok tani.

“Jenis padi yang dipanen adalah Kuriak Kusuik. Sekarang kelompok tani ini sudah mendapatkan bantuan benih Bujang Marantau atas permintaan masyarakat dan juga mendapatkan pupuk NPK dan Urea yang nanti akan kami berikan melalui kelompok tani,” jelasnya.

Menurut Heri, keberhasilan panen perdana ini tidak hanya menjadi indikator pulihnya lahan pertanian, tetapi juga menjadi bukti semangat petani untuk kembali bangkit setelah menghadapi dampak bencana.

Pemulihan lahan pertanian tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Agam.

“Lahan dipulihkan, petani dikuatkan, hasil kembali dituai.” Panen perdana di Muaro Kandang menjadi salah satu gambaran bahwa melalui rehabilitasi lahan, dukungan sarana produksi dan kerja keras petani, sektor pertanian pascabencana dapat kembali tumbuh dan produktif.

(RieL)

 

Pos terkait