Marawapost.com, Agam — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Agam Sumatera Barat menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 1,95 ton untuk mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di daerah tersebut.
Bantuan benih padi tersebut diperuntukkan bagi lahan pertanian seluas 78 hektare yang tersebar di Kecamatan Tanjung Raya dan Kecamatan Palembayan. Penyaluran dilakukan secara gratis kepada kelompok tani penerima manfaat pada 21 Juli 2026.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Prasetyo Wibowo ketika dikonfirmasi media online marawapost.com, Jum’at (21/08/26) mengatakan, bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian yang terdampak bencana alam beberapa waktu lalu.

“Bantuan benih ini kita salurkan untuk membantu petani terdampak agar dapat kembali melakukan kegiatan budidaya dan berproduksi secara bertahap,” ujar Heri.
Menurutnya, bantuan sebanyak 1,95 ton benih padi tersebut disalurkan kepada tujuh kelompok tani yang telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Dari tujuh kelompok tani penerima, empat kelompok berada di Kecamatan Tanjung Raya dengan total bantuan sekitar 950 kilogram untuk lahan seluas 38 hektare. Sementara itu, tiga kelompok tani lainnya berada di Kecamatan Palembayan dengan bantuan sekitar 1 ton untuk lahan seluas 40 hektare.
Heri menjelaskan, bantuan benih padi tersebut bersumber dari TKD APBD Kabupaten Agam sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pemulihan lahan pertanian yang terdampak bencana.
“Anggaran untuk bantuan benih padi ini sekitar Rp46,8 juta dan disalurkan dalam bentuk benih kepada kelompok tani penerima,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani untuk kembali menggarap lahan pertanian mereka, sehingga produksi padi tetap terjaga sekaligus membantu memulihkan perekonomian petani yang terdampak bencana.
Selain memberikan bantuan sarana produksi pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Agam juga berkomitmen memberikan pendampingan kepada kelompok tani penerima manfaat. Pendampingan dilakukan melalui tenaga penyuluh pertanian yang berada di lapangan.
“Pendampingan akan terus dilakukan melalui penyuluh pertanian, sehingga petani mendapatkan arahan dalam proses budidaya dan pemanfaatan bantuan yang diberikan,” katanya.
Sementara itu, Fungsional Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Miswarni, mengatakan, pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa pupuk bagi tujuh kelompok tani penerima bantuan benih tersebut.
Pupuk yang diusulkan terdiri dari dua jenis, yakni pupuk NPK dan Urea. Secara keseluruhan terdapat 468 karung pupuk yang masuk dalam usulan bantuan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 312 karung merupakan pupuk NPK, sedangkan 156 karung lainnya berupa pupuk Urea.
“Untuk pupuk yang diusulkan ada dua jenis, yaitu NPK sebanyak 312 karung dan Urea 156 karung, sehingga totalnya 468 karung,” terang Miswarni.
Ia menyebutkan, penyaluran bantuan pupuk tersebut ditargetkan dapat dilakukan sekitar September 2026. Namun, saat ini pengadaan bantuan masih dalam tahap pengusulan. Kebutuhan anggaran untuk pengadaan bantuan pupuk tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp445 juta.
Diaktakan Miswarni, dukungan sarana produksi berupa benih dan pupuk diharapkan mampu membantu petani terdampak bencana dalam memulihkan kegiatan usaha tani secara bertahap.
Dengan adanya bantuan tersebut, pemerintah berharap lahan pertanian yang sebelumnya terdampak bencana dapat kembali produktif, sementara petani dapat melanjutkan kegiatan budidaya hingga masa panen.
“Dukungan benih dan pupuk ini diharapkan dapat membantu petani terdampak untuk kembali menjalankan usaha taninya secara bertahap,” pungkasnya.

